Beranda / Berita / Dunia / Rusia Nyatakan Siap untuk Perang Tanggapi AS

Rusia Nyatakan Siap untuk Perang Tanggapi AS

Minggu, 28 Oktober 2018 21:04 WIB

Font: Ukuran: - +

Foto: AFP

DIALEKSIS.COM | Moskow - Seorang diplomat Rusia telah mengonfirmasi apa yang telah dituduhkan Amerika Serikat bahwa Moskow memang bersiap untuk perang. Namun, konteks persiapan ini dilakukan karena Washington mempersiapkan perang lebih dulu.

Berbicara di PBB pada hari Jumat, Andrey Belousov, Wakil Direktur Departemen Nonproliferasi dan Kontrol Senjata Kementerian Luar Negeri Rusia, mengatakan bahwa Rusia memang siap untuk berperang, sehingga dapat mempertahankan rakyatnya melawan agresi Amerika.

"Pada pertemuan baru-baru ini, AS menyatakan bahwa Rusia sedang mempersiapkan perang. Ya, Rusia sedang mempersiapkan perang, saya bisa memastikannya," katanya, seperti dilansir Russia Today, Sabtu (27/10/2018).

Menurutnya, latihan militer dan latihan perang besar-besaran Rusia, yang sering digambarkan di media Barat sebagai persiapan untuk perang habis-habisan adalah kebutuhan defensif.

"Kami sedang mempersiapkan untuk mempertahankan tanah air kami, integritas teritorial kami, prinsip-prinsip kami, nilai-nilai kami, orang-orang kami," ujarnya.

Rusia, sambung dia, tidak mencari konfrontasi, tidak seperti AS. "Mengapa Amerika Serikat menarik diri keluar dari Perjanjian (Intermediate-range Nuclear Forces/INF), meningkatkan potensi nuklir mereka, mengadopsi doktrin nuklir baru yang menurunkan ambang batas untuk penggunaan senjata nuklir, itulah pertanyaan bagi kita semua," paparnya.

"Rusia sedang mempersiapkan 'untuk perang', sementara AS sedang mempersiapkan 'perang'," imbuh dia.

Kata-kata Belousov muncul setelah rancangan resolusi Rusia untuk memperkuat Perjanjian INF—yang melarang rudal nuklir jarak menengah—ditolak di Komite Pertama PBB.

"Sebagian besar dari mereka yang menentang adalah pendukung Perjanjian INF. Saya tidak mengerti posisi mereka," kata Belousov. Di antara mereka yang menolak rancangan itu adalah Inggris, Jerman, Prancis, dan, tentu saja, AS.

Keputusan Washington untuk membatalkan perjanjian era Perang Dingin itu membuat Moskow memperingatkan Eropa bahwa posisi mereka dalam bahaya karena akan jadi target Rusia jika negara-negara Eropa jadi lokasi penempatan rudal nuklir Washington.

Washington menuduh Rusia membangun rudal yang dilarang oleh Perjanjian INF. Sebaliknya, Moskow berpendapat bahwa kompleks pertahanan rudal Amerika di Eropa dapat dengan mudah berubah menjadi senjata ofensif.

Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan bahwa jika AS bergerak untuk menyebarkan rudal nuklir jarak menengah di Eropa, itu akan menempatkan seluruh Eropa pada risiko serangan balasan dari Moskow.(Sindonews)

Keyword:


Editor :
Sammy

riset-JSI
Komentar Anda