Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / London Jadi Arena Uji Coba Robotaxi, Industri Taksi Soroti Tantangan Jalanan

London Jadi Arena Uji Coba Robotaxi, Industri Taksi Soroti Tantangan Jalanan

Senin, 23 Februari 2026 19:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Taksi Robot Britania Raya Sebuah taksi hitam melaju di sepanjang jalan di London, Senin (9/2/2026). [Foto: AP Photo/Kin Cheung]


DIALEKSIS.COM | London - Sejumlah perusahaan teknologi tengah mempersiapkan uji coba layanan taksi otonom (robotaxi) di London sebagai bagian dari program percontohan pemerintah Inggris yang dijadwalkan dimulai pada musim semi mendatang.

Perusahaan rintisan Inggris Wayve Technologies menguji kendaraan berbasis AI di jalanan London yang dikenal padat dan kompleks. Uji coba ini dilakukan menjelang implementasi regulasi nasional kendaraan swakemudi yang tengah didorong pemerintah Inggris.

Selain Wayve, perusahaan asal Amerika Serikat Waymo, perusahaan teknologi Tiongkok Baidu, serta perusahaan transportasi daring Uber dan Lyft juga berencana berpartisipasi dalam program tersebut. London dinilai menjadi arena baru dalam persaingan global pengembangan robotaxi.

Meski teknologi kendaraan otonom telah beroperasi di sejumlah kota lain, tata letak jalan London yang bersejarah dan tidak berpola grid dinilai menghadirkan tantangan tersendiri. Kepadatan lalu lintas, keberagaman moda transportasi, serta tingginya aktivitas pejalan kaki menjadi faktor yang diperhatikan berbagai pihak.

Sebagian pengemudi taksi hitam London menyampaikan keraguan terhadap efektivitas robotaxi di kota tersebut. Asosiasi pengemudi menilai kondisi jalan dan tingginya interaksi dengan pejalan kaki dapat menjadi hambatan bagi sistem otonom.

Di sisi lain, perusahaan pengembang teknologi menyatakan layanan ini dimaksudkan sebagai tambahan pilihan transportasi, bukan pengganti moda yang sudah ada. Mereka menilai kendaraan otonom berpotensi melengkapi sistem transportasi publik, termasuk melayani wilayah yang minim akses angkutan umum.

Sejumlah pengamat transportasi menyebut robotaxi kemungkinan memiliki peran terbatas, terutama untuk mengisi celah layanan tertentu. Namun, kebutuhan terhadap pengemudi manusia dinilai masih tetap ada, terutama dalam situasi yang memerlukan interaksi dan bantuan langsung kepada penumpang.

Program uji coba ini menjadi bagian dari upaya Inggris untuk memposisikan diri sebagai salah satu pusat pengembangan teknologi kendaraan otonom di tingkat global. [AP/abc news]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI