DIALEKSIS.COM | Washington - Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, mengambil langkah mengejutkan dengan mencopot Kepala Staf Angkatan Darat AS, Jenderal Randy George, di tengah meningkatnya tensi konflik dengan Iran.
Sejumlah sumber di lingkungan pertahanan yang dikutip Reuters menyebut, pencopotan tersebut bukan tanpa alasan. Langkah itu diduga kuat merupakan bagian dari perombakan besar dalam struktur kepemimpinan militer AS yang tengah digagas Hegseth.
Pihak Pentagon sendiri mengonfirmasi bahwa George akan segera pensiun dari jabatannya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat ke-41. Meski menyampaikan apresiasi atas pengabdian George, Pentagon tidak merinci alasan spesifik di balik keputusan tersebut.
Pemecatan ini dinilai tidak lazim. Pasalnya, langkah tersebut dilakukan terhadap jenderal aktif di tengah situasi konflik, saat militer AS justru tengah meningkatkan aktivitas di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait Iran.
Tak hanya George, dua pejabat militer lainnya juga ikut diberhentikan, yakni Jenderal David Hodne dan Mayor Jenderal William Green.
Langkah ini terjadi di tengah gelombang restrukturisasi besar di tubuh Pentagon dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah posisi strategis di tingkat pimpinan militer juga telah mengalami pergantian.
Meski tidak ada tanda-tanda konflik terbuka antara Hegseth dan George sebelumnya, keputusan ini disebut sebagai bagian dari dinamika internal serta penyesuaian strategi militer di tengah meningkatnya ketegangan global.
Untuk sementara, posisi Kepala Staf Angkatan Darat akan diisi oleh Wakil Kepala Staf, Jenderal Christopher LaNeve.
Di saat bersamaan, aktivitas militer AS di Timur Tengah terus meningkat. Walau operasi utama banyak dijalankan oleh Angkatan Laut dan Angkatan Udara, Angkatan Darat tetap memegang peran penting, termasuk dalam pengoperasian sistem pertahanan udara.
Bahkan, ribuan personel dari Divisi Lintas Udara ke-82—salah satu unit elit Angkatan Darat AS—dilaporkan mulai dikerahkan ke kawasan tersebut, membuka peluang keterlibatan dalam operasi darat.
Sebagai cabang militer terbesar, Angkatan Darat AS memiliki sekitar 450 ribu prajurit aktif.
Gelombang perubahan di Pentagon sendiri telah berlangsung beberapa bulan terakhir. Sejumlah posisi penting lainnya juga turut mengalami pergantian, termasuk Ketua Kepala Staf Gabungan sebelumnya, C.Q. Brown, Kepala Operasi Angkatan Laut, hingga Wakil Kepala Staf Angkatan Udara.
Menariknya, pencopotan George dilakukan tanpa adanya indikasi ketegangan terbuka sebelumnya dengan Hegseth.
Hegseth sendiri dikenal kerap mengambil langkah kontroversial. Di antaranya memecat penasihat hukum utama Angkatan Darat serta merancang parade militer besar untuk memperingati ulang tahun ke-250 Angkatan Darat AS yang bertepatan dengan ulang tahun Presiden Donald Trump.
Randy George, seorang perwira infanteri, memiliki rekam jejak panjang dengan penugasan di Irak dan Afghanistan. Ia menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat sejak 2023, dengan masa jabatan yang umumnya berlangsung selama empat tahun.
Pencopotan ini menjadi sinyal kuat adanya dinamika dan ketidakpastian di tubuh Pentagon, terutama di tengah meningkatnya tensi geopolitik global.