Rabu, 29 Juli 2026
Beranda / Berita / Dunia / Kebakaran Hutan Prancis Meluas ke Spanyol, 300 Ribu Warga Dievakuasi

Kebakaran Hutan Prancis Meluas ke Spanyol, 300 Ribu Warga Dievakuasi

Selasa, 28 Juli 2026 19:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Unit Darurat Militer Spanyol (UME) dan petugas pemadam kebakaran dari unit Castilla-y-Leon berjuang memadamkan api di hutan di sebelah kawasan perumahan La Atalaya di El Tiemblo, 80 km sebelah barat Madrid, pada 25 Juli 2026. [Foto: Cesar Manso/AFP via Getty Images]


DIALEKSIS.COM | Paris - Kebakaran hutan besar melanda Prancis selatan dan meluas hingga ke Spanyol, memaksa lebih dari 300.000 warga mengungsi di tengah ancaman gelombang panas yang diperkirakan kembali terjadi pekan ini.

Presiden Prancis Emmanuel Macron dijadwalkan memimpin rapat kabinet krisis pada Senin (27/7/2026), sementara Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengunjungi wilayah Valencia yang turut terdampak kebakaran.

Di Prancis, kebakaran yang bermula di wilayah Gironde sejak Rabu telah menghanguskan sekitar 42.000 hektare lahan. Sementara di Spanyol, api membakar sekitar 77.000 hektare di wilayah Avila dan Toledo.

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengatakan kondisi di Gironde sempat memburuk akibat munculnya angin yang dipicu oleh kebakaran, sehingga api menyebar secara tidak menentu ke arah Bordeaux. Meski demikian, situasi mulai lebih terkendali pada Senin pagi.

Pemerintah Prancis telah mengerahkan sekitar 2.500 petugas pemadam kebakaran, 1.500 personel militer, dan hampir 1.200 polisi untuk menangani bencana tersebut.

Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu menyebut kebakaran kali ini sebagai situasi bersejarah. Sejak awal tahun, hampir 100.000 hektare lahan di negara itu telah terbakar, angka tertinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Ahli kebakaran hutan dari Universitas Swansea, Stefan Doerr, menilai perubahan iklim dan buruknya pengelolaan lanskap menjadi penyebab utama meningkatnya intensitas kebakaran di Eropa. Menurutnya, gelombang panas berulang, kekeringan ekstrem, serta meluasnya vegetasi yang mudah terbakar membuat api semakin sulit dikendalikan.

Ia menekankan bahwa selain memperkuat kapasitas pemadam kebakaran, negara-negara Eropa perlu meningkatkan pengelolaan lahan, mitigasi risiko, serta sistem peringatan dini untuk mengurangi dampak kebakaran hutan di masa mendatang. [cnbc]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI