Senin, 02 November 2026
Beranda / Berita / Dunia / Kapal Tanker LNG Qatar Diserang di Teluk, Lebih dari 120 Kapal Komersial Jadi Sasaran

Kapal Tanker LNG Qatar Diserang di Teluk, Lebih dari 120 Kapal Komersial Jadi Sasaran

Minggu, 01 November 2026 18:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UK Maritime Trade Operations) melaporkan peningkatan serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz [Foto: Fatemeh Bahrami/Getty Images]


DIALEKSIS.COM | Qatar - Sebuah kapal tanker pengangkut gas alam cair (LNG) milik Qatar, Al Mayeda, dilaporkan terkena serangan objek tak dikenal saat berlayar di kawasan Teluk, Jumat (30/10/2026) malam. Insiden ini menambah daftar serangan terhadap kapal komersial sejak perang antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran pecah pada Februari 2026.

Dikutip dari pernyataan Qatar Gas Transport Company yang dirilis melalui Bursa Efek Qatar pada Minggu, serangan tersebut mengenai kapal LNG milik perusahaan itu.

Meski demikian, tidak ada awak kapal yang mengalami luka-luka. Perusahaan juga memastikan tidak ditemukan dampak terhadap lingkungan akibat insiden tersebut.

Dalam keterangannya, perusahaan menyebutkan Al Mayeda masih berada dalam kondisi aman dan tetap beroperasi. Sementara itu, dampak serangan masih dalam proses penilaian.

Berdasarkan data Organisasi Maritim Internasional (IMO) dan UK Maritime Trade Operations, lebih dari 120 kapal komersial telah menjadi sasaran serangan sejak perang dimulai.

Situasi keamanan pelayaran di kawasan Teluk semakin memburuk setelah Iran menutup Selat Hormuz sejak awal konflik. Iran juga berulang kali memperingatkan kapal-kapal yang mencoba melintasi jalur strategis tersebut tanpa izin.

Eskalasi serangan semakin meningkat setelah Amerika Serikat kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan di wilayah selatan Iran pada Juli 2026.

Oktober bahkan tercatat sebagai bulan dengan jumlah serangan tertinggi selama perang berlangsung. Sedikitnya 29 kapal menjadi sasaran, melampaui rekor sebelumnya sebanyak 20 serangan pada Maret.

Insiden terhadap Al Mayeda kembali menyoroti meningkatnya ancaman terhadap jalur pelayaran komersial di kawasan Teluk, terutama di tengah ketegangan yang belum mereda. [Aljazeera]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI