Logo Dialeksis
Beranda / Berita / Dunia / Julian Assange Melawan Ekstradisi ke AS

Julian Assange Melawan Ekstradisi ke AS

Jum`at, 03 Mei 2019 23:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Julian Assange. (Foto: ZUMA Press/MGN)

DIALEKSIS.COM | Inggris - Assange, mengatakan kepada pengadilan London bahwa ia akan melawan ekstradisi ke Amerika Serikat di mana ia menghadapi persidangan untuk salah satu kompromi terbesar dari informasi rahasia dalam sejarah.

Ditanya pada sidang di Pengadilan Westminster Magistrates London apakah dia setuju untuk diekstradisi ke AS, Assange, muncul melalui tautan video dari penjara Inggris, mengatakan dia tidak ingin menyerah pada ekstradisi karena melakukan apa yang disebutnya "jurnalisme yang telah memenangkan banyak penghargaan ".

AS telah meminta ekstradisi Assange, yang diseret dari kedutaan Ekuador di London pada 11 April, dan menuduhnya melakukan konspirasi untuk melakukan intrusi komputer yang membawa hukuman maksimum lima tahun.

Warga Australia berusia 47 tahun itu dipenjara selama 50 minggu pada hari Rabu karena memberikan jaminan pada tahun 2012. Pada saat itu, ia menghadapi ekstradisi ke Swedia untuk diinterogasi atas perkosaan dan tuduhan serangan seksual yang dibuat oleh dua wanita.

"Kami telah mengatakan sejak 2010 bahwa risikonya nyata, dan sekarang kami memiliki permintaan ekstradisi sementara dari Amerika Serikat," kata pengacara Jennifer Robinson kepada wartawan.

"Fokus energi kita sekarang adalah untuk melawan permintaan ekstradisi itu," kata Robinson.

Protes dalam mendukung Assange direncanakan di London, Berlin dan Paris pada hari Kamis bertepatan dengan dimulainya proses ekstradisi di Inggris. Mereka akan memasukkan acara "Kita semua Julian Assange" di Gerbang Brandenburg di Berlin pusat.

Assange ditangkap bulan lalu setelah hubungannya dengan tuan rumah kedutaannya memburuk dan Ekuador mencabut status suaka politiknya.

Dia dituduh berkencan dengan mantan analis intelijen militer Chelsea Manning guna memecahkan kata sandi untuk komputer pemerintah rahasia.

Manning menjalani hukuman penjara 35 tahun selama tujuh tahun karena membocorkan dokumen rahasia ke WikiLeaks sebelum mantan Presiden AS Barack Obama mengubah hukumannya pada 2017. Dia dipenjara lagi pada Maret setelah menolak memberikan bukti kepada dewan juri yang menyelidiki WikiLeaks.

Pemimpin redaksi WikiLeaks Kristinn Hrafnsson mengatakan pada hari Rabu bahwa pertempuran ekstradisi adalah "masalah hidup dan mati" untuk Assange. (Al Jazeera)



Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda