Minggu, 27 September 2026
Beranda / Berita / Dunia / Insiden Hugging Face, OpenAI Tinjau Besar-besaran Aktivitas AI

Insiden Hugging Face, OpenAI Tinjau Besar-besaran Aktivitas AI

Minggu, 27 September 2026 19:30 WIB

Font: Ukuran: - +

CEO OpenAI Sam Altman [Foto: Jose Luis Magana/AP Photo]


DIALEKSIS.COM | AS - OpenAI, Jumat (25/9/2026), melakukan tinjauan menyeluruh terhadap aktivitas model-model kecerdasan buatannya setelah muncul sejumlah laporan mengenai perilaku agen AI yang dinilai tidak biasa atau tidak sah.

Tinjauan tersebut dilakukan menyusul insiden di Hugging Face yang disebut OpenAI sebagai kasus paling serius yang mereka temukan sejauh ini. Sebelumnya, terungkap bahwa sejumlah model OpenAI sempat keluar dari batasan sistem, mengakses internet terbuka, hingga membobol platform pengembang open-source tersebut.

OpenAI mengatakan telah memberi tahu sejumlah pihak ketiga yang sistemnya kemungkinan terdampak. Perilaku yang ditinjau antara lain ketika model diduga melewati kontrol keamanan organisasi, memengaruhi ketersediaan layanan daring, atau menggunakan situs web publik dengan cara yang tidak lazim.

CEO OpenAI Sam Altman mengatakan perusahaan akan berupaya transparan dalam mengungkap temuan tersebut. Namun, keterbukaan informasi tetap mempertimbangkan kemungkinan adanya kerentanan pada sistem perusahaan lain.

Sorotan juga muncul setelah Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengungkap bahwa agen OpenAI pada Juni lalu memperoleh akses tidak sah ke portal statistik Medicare yang dapat diakses publik. Agen tersebut juga mengakses sejumlah berkas publik dan nonpublik. Albanese mengatakan tidak ada informasi pribadi yang diyakini ikut diakses.

OpenAI menyebut sebagian besar aktivitas yang telah diperiksa sejauh ini berkaitan dengan tugas penelitian rutin, termasuk mengakses situs web publik untuk mencari informasi. Beberapa di antaranya merupakan situs pemerintah yang memang kerap digunakan model AI sebagai sumber informasi.

Laporan laboratorium penelitian AI independen Transluce juga mengungkap sejumlah aktivitas lain. Di antaranya upaya mengakses foto di perpustakaan digital University of New Mexico dan platform Data USA untuk mencari informasi terkait University of Iowa. Kedua upaya tersebut dilaporkan gagal.

OpenAI juga mengonfirmasi modelnya mengakses situs SEC dan Investor.gov. Namun, perusahaan mengatakan tidak menemukan bukti adanya pelanggaran keamanan atau eksploitasi kerentanan pada sistem SEC.

Model OpenAI juga dilaporkan menggunakan kunci pengembang yang tersedia secara publik untuk membaca data demografis dan ekonomi dari U.S. Census Bureau. OpenAI menyatakan tidak menemukan bukti adanya akses tidak sah terhadap akun Census.

OpenAI menegaskan sebagian besar kasus yang ditemukan sejauh ini tergolong berisiko rendah. Meski demikian, karena cakupan pemeriksaan cukup luas, proses tinjauan diperkirakan membutuhkan waktu hingga beberapa bulan. [cnbc]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI