Minggu, 06 September 2026
Beranda / Berita / Nasional / Menkes Imbau Warga Terdampak Abu Anak Krakatau Kurangi Aktivitas di Luar

Menkes Imbau Warga Terdampak Abu Anak Krakatau Kurangi Aktivitas di Luar

Minggu, 06 September 2026 17:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Ilustrasi. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau warga di wilayah terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengurangi aktivitas di luar rumah. {Foto: dok. Kemenkes]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau warga di wilayah terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengurangi aktivitas di luar rumah. Warga diminta tetap di dalam rumah jika tidak memiliki keperluan mendesak.

Gunung Anak Krakatau saat ini berstatus Siaga (Level III) dan terus mengalami erupsi sejak Jumat (4/9/2026). Abu vulkanik dilaporkan menyebar hingga Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat akibat embusan angin.

Budi mengatakan paparan abu vulkanik dapat memicu gangguan kesehatan, mulai dari ISPA, iritasi mata, hingga gangguan kulit. Anak-anak, lansia, serta warga dengan penyakit pernapasan dan kardiovaskular kronis menjadi kelompok yang paling rentan.

"Kalau tidak ada kegiatan mendesak, usahakan tetap di dalam rumah. Namun, jika harus keluar, pastikan selalu menggunakan masker dan kacamata," kata Budi dalam konferensi pers daring, Minggu (6/9/2025).

Budi juga mengingatkan warga tidak mengucek mata jika terkena abu. Mata harus segera dibersihkan dengan air dan dapat menggunakan obat tetes bila diperlukan.

"Kalau debu sudah masuk ke mata, jangan dikucek. Bersihkan dengan air dan bila perlu gunakan obat tetes mata," ujarnya.

Warga yang terlanjur beraktivitas di luar juga diminta segera membersihkan tubuh dan pakaian. Hal ini penting karena partikel abu vulkanik dapat mengiritasi tubuh.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengaktifkan Health Emergency Operating Center (HEOC) dari tingkat pusat hingga daerah terdampak. Puskesmas dan rumah sakit di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat juga diminta siaga 24 jam.

Kemenkes turut menyiapkan distribusi masker medis dan N95, oksigen, nebulizer, obat ISPA, serta obat untuk menangani gangguan mata dan kulit.

Budi meminta masyarakat tidak panik dan hanya mengikuti informasi resmi pemerintah.

"Jangan panik. Tetap di rumah apabila tidak ada keperluan untuk keluar, gunakan masker dan lindungi mata. Jika mengalami keluhan, segera datang ke puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat," pungkasnya. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
pema - damai
dishub