Logo Dialeksis
ISBI dan Asrizal Pan
Beranda / Berita / Dunia / Idul Adha, Polisi Israel-Warga Palestina Bentrok di Masjid Al Aqsa

Idul Adha, Polisi Israel-Warga Palestina Bentrok di Masjid Al Aqsa

Minggu, 11 Agustus 2019 18:02 WIB

Font: Ukuran: - +

Ilustrasi warga Palestina bentrok dengan polisi Israel. [FOTO: Reuters]

DIALEKSISI.COM | Jakarta - Kepolisian Israel dan sekelompok warga Palestina dilaporkan terlibat bentrok saat perayaan Hari Raya Idul Adha di kompleks Masjid Al Aqsa, Yerusalem, Minggu (8/11). 

Kompleks itu dikenal sebagai situs suci umat Muslim dan umat Yahudi. Umat Muslim kerap menyebut kompleks Al Aqsa sebagai Haram Al Sharif, sementara umat Yahudi menganggap wilayah itu sebagai situs suci Tample Mount.

Polisi Israel disebut melemparkan sejumlah granat suara kepada sekelompok warga Palestina tengah menggelar protes di kompleks masjid.

Organisasi Palang Merah Palestina melaporkan beberapa orang terluka akibat bentrokan itu meski tak menjelaskan jumlah pastinya.

Bentrokan dipicu setelah kepolisian Israel melarang umat Yahudi berkunjung ke kompleks Al Aqsa hari ini. Meski begitu, umat Muslim masih khawatir jika sekelompok umat Yahudi masih bisa masuk ke kompleks Al Aqsa dan menggelar protes di sana.

CNN Indonesia yang mengutip AFP, Minggu (11/8/2019) menerangkan, bentrokan antara kepolisian dan warga Palestina terjadi tak lama setelahnya.

Insiden ini terjadi ketika umat Muslim di Palestina tengah merayakan Lebaran Haji. Ribuan warga Palestina juga melaksanakan salat Idul Adha di Masjid Al Aqsa.

Perayaan Idul Adha hari ini juga bertepatan dengan hari libur umat Yahudi yang dikenal dengan Tisha B'av. Banyak umat Yahudi yang kerap mengunjungi kompleks Al Aqsa selama perayaan Hari Tisha B'av.

Kompleks Al Aqsa memang menjadi salah satu wilayah paling sensitif dalam sengketa wilayah antara Palestina dan Israel selama ini.

Bagi umat Muslim, Masjid Al Aqsa merupakan situs suci ketiga setelah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Sementara itu, bagi umat Yahudi, kompleks Al Aqsa juga merupakan situs yang disucikan lantaran dipercaya sebagai lokasi dua kuil era-alkitabiah.

Umat Yahudi diizinkan untuk berziarah di tempat tersebut, namun tidak diizinkan untuk berdoa. Hal itu dilakukan demi menghindari ketegangan yang bisa memprovokasi umat Muslim dan umat Yahudi di wilayah itu.

Kompleks Al Aqsa terletak di wilayah Yerusalem timur, sebuah wilayah yang diduduki Israel setelah memenangkan Perang Enam Hari pada 1967 lalu.

Tel Aviv kemudian mencaplok wilayah itu, sebuah langkah yang hingga kini tidak pernah diakui sah oleh komunitas internasional.

Status Yerusalem merupakan salah satu sumber konflik antara Palestina dan Israel yang telah berlangsung lebih dari setengah abad lalu.(CNN Indonesia)

Editor :
Makmur Emnur

hendra dan nasdem
muslahuddin dan PPP ikhsanuddin
pengairan dan golkar
Komentar Anda
Dinas pertanahan 1