Beranda / Berita / Dunia / Gelombang Panas Cerberus Hantam Eropa selatan

Gelombang Panas Cerberus Hantam Eropa selatan

Kamis, 13 Juli 2023 23:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Ilustrasi gelombang panas. [Foto: Net]

DIALEKSIS.COM | Dunia - Gelombang panas melanda sebagian Eropa selatan dan Afrika barat laut, dengan suhu yang berpotensi memecahkan rekor dalam beberapa hari mendatang.

Suhu diperkirakan akan melampaui 40 derajat celsius (104 F) di beberapa bagian Spanyol, Prancis, Yunani, Kroasia, dan Turki.

Di Italia, suhu bisa mencapai setinggi 48,8 derajat celsius (119,8 F). Peringatan siaga merah telah dikeluarkan untuk 10 kota, termasuk Roma, Bologna, dan Florence.

Pada hari Selasa (11/7/2023), seorang pria berusia empat puluhan meninggal setelah pingsan di Italia utara.

Media Italia melaporkan bahwa pekerja berusia 44 tahun itu sedang mengecat garis penyeberangan zebra di kota Lodi, dekat Milan, sebelum dia pingsan karena kepanasan. Dia dibawa ke rumah sakit di mana dia kemudian meninggal.

"Kami menghadapi gelombang panas yang tak tertahankan," tweet politisi Italia Nicola Fratoianni.

"Mungkin pada jam-jam terpanas, semua tindakan pencegahan yang berguna diambil untuk menghindari tragedi seperti yang terjadi hari ini di Lodi," tulisnya.

Orang-orang disarankan untuk minum setidaknya dua liter air sehari serta menghindari kopi dan alkohol yang membuat dehidrasi.

Gelombang panas Cerberus, diperkirakan akan membawa kondisi ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

Sebuah studi baru mengatakan 61.672 orang meninggal di Eropa akibat panas tahun lalu. Institut ISGlobal di Barcelona mengatakan Italia memiliki kematian terbanyak yang disebabkan oleh panas, dengan 18.010, sementara Spanyol memiliki 11.324 dan Jerman 8.173.

Riset ISGlobal menunjukkan bahwa kota-kota di Spanyol dengan risiko kematian tertinggi akibat panas adalah Madrid, Barcelona, Valencia, Sevilla, Málaga, Murcia, Palma de Mallorca, dan Bilbao.

Gelombang panas adalah periode cuaca panas di mana suhu lebih tinggi dari yang diperkirakan sepanjang tahun.

Para ahli mengatakan periode cuaca yang sangat panas menjadi lebih sering dan perubahan iklim berarti sekarang normal untuk mengalami suhu yang memecahkan rekor. [BBC]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda