Logo Dialeksis - Masker
Beranda / Berita / Dunia / Foto Seksual Selir Kerajaan Thailand Bocor ke Publik

Foto Seksual Selir Kerajaan Thailand Bocor ke Publik

Kamis, 26 November 2020 11:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Sineenat Wongvajirapakdi, permaisuri berusia 35 tahun ini pernah dilucuti gelarnya hingga dibuang oleh Raja Thailand Maha Vajiralongkorn | mothership.sg


DIALEKSIS.COM | Thailand - Foto-foto seksual permaisuri kerajaan Thailand, Sineenat Wongvajirapakdi telah bocor ke publik. Sejumlah foto intim Sineenat itu bahkan ikut dibagikan ke Facebook oleh seorang profesor Universitas Kyoto sekaligus pembangkang Thailand, Pavin Chachavalpongpun.

Pihak berwenang Thailand sendiri belum memberikan konfirmasi pasti terkait dengan dalang atau bagaimana kronologi foto 'syur' Sineenat akhirnya bisa tersebar.

Namun, Mothership menuliskan bahwa foto-foto tersebut tampaknya telah diambil oleh Sineenat sendiri. Jurnalis lepas Andrew MacGregor Marshall, juga telah menambahkan kesaksian terkait dengan skandal teranyar kerajaan Thailand ini.

Melalui Facebook miliknya, Marshall mengklaim bahwa pada bulan Agustus, ia telah menerima sebuah kartu SD. Kartu ini disebutkan memuat lebih dari 1.400 foto syur yang diduga diambil dari iPhone milik Sineenat.

"Foto-foto itu jelas berasal dari telepon pribadi Koi (nama panggilan Sineenat). Sebagian besar gambar itu adalah foto dirinya sendiri, dan lusinan di antaranya (memuat gambar) eksplisit secara seksual," ucap jurnalis asal Skotlandia itu.

Marshall, yang kerap meliput masalah Thailand, juga menyebut bahwa foto-foto syur itu tampaknya dikirim ke Vajiralongkorn.

"Tampaknya dia telah mengambil foto eksplisit dirinya untuk dikirim ke Vajiralongkorn," sambung Marshall.

Marshall menambahkan bahwa foto itu diterima Vajiralongkorn tak lama sebelum Sineenat mendapatkan posisinya sebagai permaisuri hingga pemulihan gelar lainnya.

Seperti diketahui, pada Oktober 2019 lalu, Sineenat sempat mendapatkan tudingan 'ketidaksetiaan' hingga dugaan 'ambisi' untuk menyamai posisi Ratu Suthida.

Karena masalah itu, semua gelarnya dilucuti hingga ia akhirnya dijebloskan ke penjara Bang Kwang oleh Raja Thailand Maha Vajiralongkorn.

Kemudian, pada September lalu, Sineenat dilaporkan telah dibebaskan dari Bang Kwang oleh Vajiralongkorn. Berbagai media pun saat itu melaporkan alasan pembebasan Sineenat adalah agar ia bisa diboyong ke Jerman sebagai 'pasukan seks tambahan' Vajiralongkorn.

Marshall kemudian melanjutkan bahwa ia mulanya menerima kartu SD dalam sebuah surat. Tidak diketahui siapa pengirim surat tersebut.

Namun, Marshall menyebut bahwa tulisan surat itu mengklaim bahwa foto-foto syur Sineenat diambil oleh para 'peretas pro-demokrasi'. Meski begitu, menurut Marshall, hal itu tidak mungkin.

Sebaliknya, Marshall terlihat menerangkan bahwa kasus ini ada kaitannya dengan 'perebutan kekuasaan' di antara wanita yang mengelilingi Vajiralongkorn.

Marshall pun membeberkan bahwa kembalinya Sineenat telah mendapatkan penentangan keras dari faksi istana yang mendukung Ratu Suthida dan Putri Bajrakitiyabha.

Dengan kata lain foto-foto itu hanyalah taktik untuk menyabotase Sineenat. Marshall juga menjelaskan bahwa awalnya dia tidak ingin membagikan foto atau bahkan memberitahu publik bahwa dia telah menerima gambar panas Sineenat. Pasalnya, menurut Marshall, itu aksi yang melanggar privasi.

Marshall juga mengaku bahwa kasus ini adalah permainan politik 'berbahaya' yang mungkin mengundang penjara atau risiko berbahaya lainnya.

Namun, sekarang Pavin sendiri diketahui telah membagikan beberapa foto, dan dengan organisasi media mungkin telah bersiap untuk menerbitkannya.

Karena inilah, Marshall mengatakan dia memutuskan untuk membagikan apa yang dia ketahui tentang foto-foto yang bocor itu. Meski begitu, ia masih menolak untuk membagikan foto-foto syur Sineenat.[*]

Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda