DIALEKSIS.COM | Internasional - Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah H. Amodi, menuding kelompok Houthi sengaja melancarkan serangan terhadap fasilitas sipil dan infrastruktur ekonomi. Riyadh menilai aksi tersebut tidak hanya mengancam keselamatan masyarakat, tetapi juga memperburuk situasi kemanusiaan dan perekonomian Yaman.
Faisal mengatakan eskalasi militer yang dilakukan kelompok Houthi telah menimbulkan penderitaan bagi masyarakat Yaman. Serangan menggunakan rudal dan pesawat nirawak atau drone juga dinilai mengancam keamanan wilayah Arab Saudi serta mengganggu aktivitas ekonomi dan perdagangan regional.
Menurutnya, sasaran serangan tidak hanya berkaitan dengan kepentingan militer, tetapi juga menyentuh fasilitas publik yang digunakan masyarakat sehari-hari.
Sejumlah fasilitas penerbangan, termasuk Bandara Abha dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, disebut turut terdampak dalam rangkaian serangan tersebut. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga sipil, penumpang pesawat, serta warga negara asing yang berada di Arab Saudi.
Faisal menyebut rangkaian serangan tersebut telah menyebabkan 17 orang meninggal dunia dan 333 lainnya mengalami luka-luka, berdasarkan keterangan yang disampaikannya.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Faisal menegaskan Arab Saudi telah berupaya mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan solusi politik yang menyeluruh.
Namun, Riyadh menilai upaya tersebut belum mampu menghentikan eskalasi serangan. Pemerintah Arab Saudi juga mengecam tindakan yang dinilai mengancam situs-situs suci umat Islam di Makkah dan Madinah.
Menurut Faisal, serangan terhadap kedua kota suci tersebut tidak hanya menimbulkan persoalan keamanan, tetapi juga melukai perasaan umat Islam di berbagai negara.
Arab Saudi, lanjutnya, menyatakan memiliki hak untuk mengambil langkah pertahanan guna melindungi wilayah, kedaulatan, serta keselamatan warga negara dan warga asing yang berada di negara itu. Langkah tersebut, menurut Riyadh, akan dilakukan dengan mengacu pada hukum internasional.
Konflik antara kelompok Houthi dan pihak-pihak yang mendukung pemerintah Yaman juga berpotensi menimbulkan dampak lebih luas terhadap stabilitas kawasan.
Jalur pelayaran di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab menjadi salah satu titik strategis yang terdampak ketegangan. Kawasan tersebut merupakan jalur penting bagi perdagangan internasional sehingga gangguan keamanan dapat memengaruhi kelancaran distribusi barang dan aktivitas ekonomi lintas negara.
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 15 Oktober 2026 turut mengecam serangan Houthi terhadap Arab Saudi, termasuk serangan yang berdampak pada penerbangan sipil dan infrastruktur energi. Dewan Keamanan juga menyoroti ancaman terhadap pelayaran komersial di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab.
Dalam pernyataannya, Dewan Keamanan PBB menegaskan bahwa perdamaian berkelanjutan di Yaman tidak dapat dicapai melalui kekerasan atau penggunaan kekuatan. Penyelesaian politik dinilai tetap menjadi jalan penting untuk mengakhiri konflik.
Arab Saudi juga menegaskan dukungannya kepada pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional. Riyadh menyatakan komitmen untuk membantu memulihkan pemerintahan yang sah dan mengakhiri konflik yang telah berlangsung lama tersebut.
Eskalasi terbaru ini kembali menyoroti risiko meluasnya konflik Yaman terhadap keselamatan warga sipil, stabilitas kawasan, serta keamanan jalur perdagangan internasional.