Jum`at, 28 Agustus 2026
Beranda / Berita / Dunia / 3 Jurnalis Stars and Stripes Gugat Pentagon, Tuding Dipecat karena Berita

3 Jurnalis Stars and Stripes Gugat Pentagon, Tuding Dipecat karena Berita

Jum`at, 28 Agustus 2026 14:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Pentagon telah mengumumkan rencana untuk 'memodernisasi' operasional Stars and Stripes [Foto: Alex Brandon/AP Photo]


DIALEKSIS.COM | Washington DC - Tiga jurnalis surat kabar militer Amerika Serikat, Stars and Stripes, menggugat Departemen Pertahanan AS (Pentagon) terkait pemecatan mereka. Mereka menuding pemberhentian tersebut merupakan upaya mengikis independensi editorial media itu.

Dilansir dari dokumen pengadilan, Kamis (27/8/2026), penerbit Stars and Stripes, Max Lederer, pemimpin redaksi Erik Slavin, dan reporter Timur Tengah Lara Korte menilai pemecatan mereka melanggar hak kebebasan berbicara yang dijamin Amandemen Pertama Konstitusi AS.

Ketiganya menerima surat pemberhentian dari Pentagon pada 21 Agustus. Gugatan menyebut tindakan tersebut berkaitan dengan sikap mereka dalam membela kebebasan pers serta pemberitaan mengenai kondisi kapal induk USS Abraham Lincoln.

Stars and Stripes sebelumnya melaporkan persoalan pasokan dan kesehatan mental para pelaut USS Abraham Lincoln yang menjalani masa penugasan panjang. Presiden Donald Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth membantah laporan tersebut dan menyebutnya sebagai "berita palsu".

Perselisihan juga mencuat setelah Slavin dan Korte tampil dalam program CBS Sunday Morning pada Juli. Dalam wawancara itu, Slavin menegaskan Stars and Stripes harus tetap mampu menyajikan berita secara independen bagi anggota militer.

Pentagon sebelumnya menyatakan ingin memodernisasi Stars and Stripes dan mengembalikan fokus pemberitaannya pada operasi tempur, persenjataan, kebugaran, serta berbagai isu militer. Kebijakan itu dikritik karena dinilai berpotensi mengganggu independensi editorial surat kabar tersebut.

Kasus gugatan ketiga jurnalis itu kini dijadwalkan disidangkan di pengadilan distrik di Washington DC. Mereka meminta perlindungan hukum agar dapat menjalankan tugas jurnalistik tanpa ancaman atau tindakan pembalasan. [Aljazeera]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
pema - damai
dishub