DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Jalan tol yang menghubungkan Sigli dan Banda Aceh diproyeksikan menjadi salah satu jalur utama pemudik menuju ibu kota provinsi maupun wilayah sekitar seperti Pidie. Pembangunan jalan bebas hambatan ini diharapkan mampu melancarkan arus mudik Lebaran 1447 H/2026 M yang tinggal menghitung hari.
Tol sepanjang 74,2 kilometer itu merupakan tol pertama di provinsi Aceh. Kehadirannya memangkas waktu dan jarak tempuh secara signifikan: perjalanan yang sebelumnya membutuhkan dua hingga tiga jam kini dapat ditempuh sekitar satu jam saja melalui tol. Pengurangan waktu tempuh ini dinilai krusial untuk mengurai kepadatan pada arus mudik.
Pembangunan tol yang terbagi menjadi enam seksi ini dimulai pada 2018 dan menghubungkan beberapa titik penting, termasuk Padang Tiji di Kabupaten Pidie hingga Baitussalam di Kabupaten Aceh Besar. Proyek ini masuk dalam daftar proyek strategis nasional sehingga dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas di ujung barat Indonesia. Proyek Strategis Nasional dan jaringan tol yang lebih luas, termasuk Tol Trans Sumatra, menjadi kerangka besar pengembangan infrastruktur tersebut.
Dalam program berita siang, jurnalis Alhadi Habibi menyebutkan bahwa tol ini berpotensi menjadi alternatif utama pemudik menuju Banda Aceh dan kawasan Pidie. Liputan yang disiarkan oleh Metro TV tersebut menyorot manfaat pengurangan waktu tempuh sekaligus tantangan keselamatan lalu lintas di beberapa titik.
Pendapat lain disampaikan Zulfikar Mirza warga Banda Aceh menyampaikan kepada Dialeksis, berharap kepada pengelola jalan tol agar dapat memastikan layanan selama mudik bagi pengendara maksimal diberikan. Selain itu kata Zulfikar pengamanan lalu lintas harus diberikan juga agar memberikan rasa aman kepada penggunan jalan tol Sibanceh.
Ia juga mengingatkan kepada sesama pengguna jalan tol Sibanceh mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi rambu dan batas kecepatan, menjaga jarak aman, serta berhati-hati di titik rawan kecelakaan terutama pada jalur lurus panjang, tanjakan, turunan, dan seksi yang saat ini masih berstatus fungsional. Secara khusus, pengendara diingatkan untuk ekstra waspada di Seksi 1 (Padang Tiji–Seulimeum) yang masih dibuka secara fungsional dan sedang dalam tahap penyelesaian akhir.
Dengan memangkas waktu tempuh hingga dua pertiga dibandingkan jalur nasional yang padat dan berliku, kehadiran Tol Sibanceh memberi harapan baru bagi kelancaran arus mudik di Aceh. Namun para ahli keselamatan lalu lintas menekankan bahwa infrastruktur saja tidak cukup kedisiplinan pengendara dan pengawasan operasional tetap menjadi kunci menekan angka kecelakaan selama puncak arus balik dan mudik.