Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Nyak Dhien Gajah Soroti Profesionalisme Media, Desak Dewan Pers Lakukan Evaluasi

Nyak Dhien Gajah Soroti Profesionalisme Media, Desak Dewan Pers Lakukan Evaluasi

Kamis, 12 Februari 2026 17:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Nasruddin alias Nyak Dhien Gajah. Foto; doc pribadi/Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Nasruddin alias Nyak Dhien Gajah menyampaikan kritik terhadap sejumlah media yang dinilai tidak menjalankan prinsip profesionalisme dan etika jurnalistik secara konsisten.

Dalam keterangan pers yang diterima Dialeksis, Nyak Dhien Gajah menilai terdapat indikasi sebagian media telah menyimpang dari fungsi utamanya sebagai pilar demokrasi dan kontrol sosial. Ia menyebut, ada media yang diduga menjadikan pemberitaan sebagai alat tekanan serta sarana kepentingan tertentu.

“Kami menilai ada media yang tidak lagi bekerja secara profesional. Media seharusnya menjadi ruang informasi yang objektif dan berimbang, bukan alat untuk menekan atau mencari keuntungan pribadi dengan mengabaikan etika jurnalistik,” ujar Nyak Dhien Gajah.

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi sejumlah data dan bukti terkait media yang diduga bermasalah. Dalam waktu dekat, laporan resmi akan disampaikan kepada kepolisian dan Dewan Pers untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum dan kode etik jurnalistik yang berlaku.

Selain itu, Nyak Dhien Gajah juga menyoroti keberadaan media yang dinilai tidak independen dan cenderung menjadi corong kekuasaan. Menurutnya, praktik pemberitaan yang tidak berimbang, tendensius, serta menyerang individu maupun kelompok tertentu tanpa dasar kuat berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap pers.

“Media yang berpihak demi kepentingan kapital semata dan menyerang pihak tertentu secara tendensius adalah bentuk kemunduran demokrasi. Kebebasan pers harus diiringi dengan tanggung jawab moral dan kepatuhan pada kode etik,” tegasnya.

Sebagai langkah lanjutan, ia menyatakan akan mengirimkan surat resmi kepada Dewan Pers guna meminta evaluasi terhadap media-media yang dinilai tidak independen serta tidak menjalankan prinsip profesionalisme.

Nyak Dhien Gajah menegaskan bahwa kritik tersebut bukan bertujuan membungkam kebebasan pers, melainkan sebagai upaya menjaga marwah jurnalistik agar tetap menjadi instrumen pencerdasan publik, bukan alat kepentingan sempit.

“Kami mendukung kebebasan pers. Namun kebebasan itu harus berjalan seiring dengan integritas, independensi, dan etika,” tutupnya.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI