Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / Rusia Absen di KTT Dewan Perdamaian di Washington

Rusia Absen di KTT Dewan Perdamaian di Washington

Kamis, 12 Februari 2026 18:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP), Foto: net


DIALEKSIS.COM | Internasional - Rusia dipastikan tidak akan mengirimkan perwakilan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang dijadwalkan berlangsung di Washington, Amerika Serikat, pada 19 Januari mendatang.

Kepastian tersebut disampaikan Juru Bicara Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov. Ia menegaskan tidak ada satu pun pejabat Kremlin yang berencana menghadiri forum tersebut, termasuk Presiden Vladimir Putin.

“Tidak ada seorang pun dari Kremlin yang merencanakan apa pun,” ujar Peskov kepada media Rusia RTVI, Rabu (11/2), seperti dikutip Anadolu Agency.

Meski demikian, Peskov menyebutkan bahwa proposal terkait BoP masih dalam tahap peninjauan oleh Kementerian Luar Negeri Rusia. Moskow sebelumnya menerima undangan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk berpartisipasi dalam forum tersebut, namun hingga kini belum memberikan jawaban resmi.

Sebelumnya, Kremlin sempat menggambarkan pembentukan BoP sebagai “perkembangan positif” karena dinilai berfokus pada penghentian pertumpahan darah dan penyelesaian persoalan kemanusiaan. Namun, Moskow menilai masih diperlukan langkah lebih jauh untuk menyentuh akar persoalan yang memicu ketidakstabilan di berbagai kawasan.

Tak hanya Rusia, sejumlah negara juga dipastikan absen dalam pertemuan perdana badan yang diinisiasi Trump tersebut. Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengonfirmasi telah menerima undangan, tetapi tidak dapat hadir karena berbenturan dengan agenda pemerintahan.

Sementara itu, India hingga kini belum mengambil keputusan terkait keikutsertaan dalam BoP, meski telah menerima undangan resmi dari Washington. Italia dan Polandia juga menyatakan tidak akan terlibat dalam forum tersebut, dengan alasan adanya ketidaksesuaian antara mekanisme BoP dan konstitusi serta nilai-nilai yang dianut kedua negara.

Absennya sejumlah negara ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas dan daya tarik Dewan Perdamaian sebagai forum baru dalam upaya meredam konflik global.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI