DIALEKSIS.COM | Bireuen - Upaya Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh menangkap terduga pelaku narkotika di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, berujung duka. Pratu Galuh Nugraha, anggota Subdenpom IM/1-1 Bireuen, gugur setelah mengalami luka tembak saat secara spontan membantu polisi menghentikan kendaraan para terduga pelaku, Sabtu, 25 Juli 2026.
Sehari setelah kejadian, rangkaian peristiwa mulai terungkap lebih terang. Polda Aceh menyatakan seorang personel Ditresnarkoba berinisial Bripka R yang melepaskan tembakan dalam operasi tersebut telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan bersama Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam). Senjata api, amunisi, serta barang bukti terkait penggunaan senjata juga diamankan untuk kepentingan penyelidikan.
Berawal dari Informasi Masyarakat
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto menjelaskan, rangkaian kejadian bermula sekitar pukul 15.00 WIB, Sabtu. Saat itu, Tim Ditresnarkoba Polda Aceh menerima informasi masyarakat mengenai dugaan transaksi dan pengangkutan barang yang berkaitan dengan tindak pidana narkotika di wilayah Kecamatan Juli.
Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan di lapangan. Sekitar tiga jam kemudian atau pukul 18.10 WIB, petugas melihat sebuah Mitsubishi Triton Double Cabin berwarna hitam yang ditumpangi empat laki-laki.
Petugas berupaya menghentikan kendaraan untuk melakukan pemeriksaan. Polisi menyebut telah memberikan tanda dan isyarat agar pengemudi berhenti.
Namun, menurut keterangan Polda Aceh, pengemudi tidak mematuhi perintah tersebut. Mobil justru terus melaju meninggalkan lokasi sehingga polisi melakukan pengejaran.
Dalam pelariannya, Mitsubishi Triton itu disebut bergerak dengan cara yang membahayakan pengguna jalan. Kendaraan tersebut bahkan dilaporkan sempat menabrak sebuah sepeda motor hingga terseret beberapa meter. Sejumlah personel polisi kemudian mengejar menggunakan sepeda motor.
Bripka R Lepaskan Tembakan
Berdasarkan laporan awal kepolisian, Bripka R selanjutnya melepaskan tiga kali tembakan peringatan dengan tujuan meminta pengemudi menghentikan kendaraan.
Namun mobil tersebut tetap melaju.
Dalam situasi yang berlangsung cepat itu, polisi kemudian kembali melepaskan tembakan sebagai bagian dari upaya menghentikan kendaraan. Polda Aceh menegaskan tindakan tersebut kini masih didalami, terutama untuk memastikan apakah penggunaan kekuatan dan senjata api telah sesuai prosedur.
Di tengah pengejaran inilah Pratu Galuh Nugraha muncul dalam rangkaian kejadian.
Prajurit berusia 26 tahun yang berdinas di Subdenpom IM/1-1 Bireuen itu berada di sekitar lokasi. Melihat polisi berusaha menghentikan kendaraan yang melarikan diri, Galuh berinisiatif membantu.
Ia bergerak menuju badan jalan dan mengambil serta memindahkan palang besi dari area SPBU Juli untuk dijadikan penghalang bagi kendaraan yang sedang dikejar.
Joko menilai tindakan spontan itu memperlihatkan naluri Pratu Galuh sebagai seorang prajurit penegak hukum yang ingin membantu aparat menghentikan kendaraan terduga pelaku.
Namun, upaya tersebut berakhir tragis.
Dalam rangkaian tembakan yang dilepaskan ketika kendaraan mencoba meloloskan diri, Pratu Galuh ditemukan mengalami luka tembak. Keterangan awal Polda Aceh menyebut luka tersebut diduga berasal dari peluru yang mengalami rekoset atau pantulan.
Pengejaran Dihentikan, Galuh Dibawa ke Rumah Sakit
Begitu mengetahui ada seseorang yang tertembak, personel polisi menghentikan pengejaran pada titik tersebut dan memprioritaskan pertolongan terhadap korban.
Pratu Galuh terlebih dahulu dibawa ke Rumah Sakit BMC Bireuen. Karena kondisinya membutuhkan penanganan lebih lanjut, ia kemudian dirujuk ke RSUD dr. Fauziah Bireuen.
Upaya medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya. Pratu Galuh akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Informasi yang dihimpun AJNN menyebut luka tembak mengenai bagian dada dan jenazah selanjutnya menjalani pemeriksaan forensik.
Sebelum identitas korban diketahui secara luas, sejumlah pemberitaan awal bahkan menyebut orang yang terkena tembakan sebagai warga yang membantu polisi. Belakangan diketahui korban merupakan anggota Polisi Militer TNI AD yang bertugas di Bireuen.
Satu Terduga Oknum Brimob Ditangkap
Dalam operasi itu terdapat empat orang di dalam Mitsubishi Triton yang menjadi sasaran pemeriksaan polisi.
Satu orang berhasil diamankan. Polda Aceh menyebut orang tersebut diketahui merupakan anggota Brimob. Sedangkan tiga orang lain berhasil melarikan diri dan hingga Minggu malam masih dalam pengejaran.
Hingga berita ini disusun, Polda Aceh belum mempublikasikan identitas anggota Brimob yang diamankan maupun identitas ketiga orang yang masih buron.
Dalam pemberitaan awal pada Sabtu malam, Direktur Reserse Narkoba Polda Aceh Kombes Pol Gazali Ahmad membenarkan penindakan tersebut. Ia menyebut operasi berkaitan dengan dugaan kepemilikan narkotika yang dalam laporan awal disebut jenis Etomide.
Petugas juga dilaporkan mengamankan barang bukti sebanyak 150 pcs yang disebut “Pep Otomidate”. Gazali pada malam kejadian juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang menyebabkan anggota TNI menjadi korban.
Perkembangan berikutnya membuat Polda Aceh memperjelas rangkaian peristiwa, termasuk posisi korban serta personel yang menggunakan senjata api.
Bripka R Diamankan Propam
Polda Aceh kemudian mengambil langkah terhadap Bripka R, personel Ditresnarkoba yang berdasarkan laporan awal melepaskan tembakan dalam operasi itu.
Bripka R diamankan untuk diperiksa secara intensif oleh penyidik dan Bidang Propam Polda Aceh. Senjata api yang diduga digunakan, amunisi, dan barang bukti lain turut diamankan.
Penyelidikan akan mengurai secara detail berapa jumlah tembakan yang dilepaskan, jenis senjata dan amunisi yang digunakan, posisi petugas ketika menembak, arah dan sasaran tembakan, hingga hasil pemeriksaan balistik.
Penyidik juga akan menilai kesesuaian tindakan yang dilakukan dengan prosedur penggunaan kekuatan oleh anggota Polri. Dengan demikian, keterangan awal mengenai peluru rekoset masih harus diuji melalui rangkaian pemeriksaan dan bukti forensik.
Polda Aceh dan Kodam IM Berkoordinasi
Insiden tersebut langsung mendapatkan perhatian pimpinan TNI dan Polri di Aceh.
Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan melakukan koordinasi dengan Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, Danpuspomad Mayjen TNI Eka Wijaya Permana, serta Danpomdam Iskandar Muda Kolonel Cpm Imran Ilyas.
Koordinasi dilakukan untuk menyampaikan fakta awal kejadian, memastikan penanganan korban, mendukung proses penyelidikan serta penyidikan, sekaligus menjaga komunikasi dan soliditas TNI-Polri.
Konsolidasi juga melibatkan Danrem 011/Lilawangsa, Danpomdam IM, Dandenpom IM/1, Dandim 0111/Bireuen, Wakapolda Aceh, Irwasda Polda Aceh, Kabid Propam, Direktur Reserse Narkoba Polda Aceh, Kapolres Bireuen hingga Danyon 113/Jaya Sakti.
Kapolda Aceh Sampaikan Duka
Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan melalui Kabid Humas Kombes Pol Joko Krisdiyanto menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya Pratu Galuh.
Menurut Joko, peristiwa tersebut merupakan duka tidak hanya bagi keluarga dan TNI, tetapi juga bagi jajaran Polda Aceh.
Ia mengatakan almarhum memperlihatkan semangat seorang prajurit penegak hukum ketika tanpa ragu berusaha membantu polisi menghentikan kendaraan yang sedang dikejar. Polda Aceh juga mendoakan keluarga Pratu Galuh diberikan kekuatan menghadapi musibah tersebut.
Di tengah beredarnya berbagai informasi mengenai peristiwa itu, Polda Aceh meminta masyarakat tidak berspekulasi atau menyebarluaskan foto, video dan narasi yang belum terverifikasi.
Polisi juga meminta warga yang menyaksikan langsung kejadian atau memiliki rekaman serta informasi relevan untuk menyerahkannya kepada penyidik agar dapat membantu mengungkap secara terang rangkaian peristiwa tersebut.
Hingga perkembangan terbaru pada Minggu malam, 26 Juli 2026, Bripka R masih menjalani pemeriksaan, uji balistik dan pemeriksaan penggunaan senjata api sedang didalami, sementara tiga orang yang berada di dalam kendaraan bersama satu terduga anggota Brimob masih diburu polisi.
Polda Aceh belum mengumumkan secara resmi identitas anggota Brimob yang diamankan maupun tiga orang yang melarikan diri. Dengan demikian, penyelidikan terhadap dua sisi perkara dugaan tindak pidana narkotika dan insiden tembakan yang merenggut nyawa Pratu Galuh Nugraha masih terus berjalan.