Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / BMKG Imbau Warga Aceh Barat Waspadai Karhutla, Cuaca Kering Diprediksi Bertahan Sepekan

BMKG Imbau Warga Aceh Barat Waspadai Karhutla, Cuaca Kering Diprediksi Bertahan Sepekan

Rabu, 28 Januari 2026 14:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Ilustrasi logo BMKG. Foto: https://www.bmkg.go.id/


DIALEKSIS.COM | Aceh Barat - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Kabupaten Aceh Barat dan sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Imbauan tersebut dikeluarkan menyusul prakiraan cuaca kering dengan curah hujan minim yang diperkirakan berlangsung hingga sepekan ke depan.

Prakirawan Stasiun BMKG Meulaboh“Nagan Raya, Angga Yudha, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pengamatan citra satelit, belum terdeteksi pertumbuhan awan konvektif di wilayah Aceh Barat, Nagan Raya, dan kawasan sekitarnya.

“Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga sepekan ke depan,” ujar Angga, Rabu (28/1/2026).

Angga menjelaskan, awan konvektif merupakan jenis awan yang terbentuk akibat proses naiknya udara hangat dan lembap di atmosfer yang tidak stabil. Keberadaan awan ini umumnya menjadi indikator potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Namun, minimnya pembentukan awan konvektif menyebabkan wilayah barat Aceh diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan tanpa hujan.

“Kondisi tersebut berpotensi memperparah kekeringan yang tengah terjadi di sejumlah wilayah yang terdampak karhutla,” katanya.

Selain faktor ketiadaan hujan, BMKG juga mencatat suhu udara pada siang hari diprakirakan berkisar antara 31 hingga 33 derajat Celsius. Suhu yang relatif tinggi ini berpotensi meningkatkan tingkat kekeringan lahan, sehingga memperbesar risiko terjadinya kebakaran.

Sementara itu, angin yang bertiup dari arah pesisir barat Aceh dengan kecepatan sekitar 10 hingga 12 knot dinilai dapat mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.

“Dengan tidak adanya awan konvektif, ditambah kondisi cuaca panas dan angin yang cukup kencang, situasi ini sangat menyulitkan petugas di lapangan dalam upaya pemadaman,” jelas Angga.

BMKG memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca secara intensif. Masyarakat serta pihak terkait diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, serta mengambil langkah-langkah pencegahan dini guna meminimalkan risiko dan dampak karhutla.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI