Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Bukan Soal Gelar, Pesan Kemal Fasya di Yudisium Ini Bikin Mikir

Bukan Soal Gelar, Pesan Kemal Fasya di Yudisium Ini Bikin Mikir

Kamis, 07 Mei 2026 13:15 WIB

Font: Ukuran: - +

Dosen Antropologi FISIP Universitas Malikussaleh, Dr. Teuku Kemal Fasya. Foto: for Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Medan - Dosen Antropologi FISIP Universitas Malikussaleh, Dr. Teuku Kemal Fasya, menekankan pentingnya komitmen kemanusiaan dalam pidato yudisium Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis (7/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Kemal Fasya didapuk sebagai wakil wisudawan dan menyampaikan sambutan mewakili lulusan doktor Program Perencanaan Wilayah (PW). Ia mengingatkan bahwa capaian pendidikan tinggi tidak boleh berhenti pada kepentingan pragmatis semata.

Mengutip filsuf Jerman Martin Heidegger, ia menyinggung konsep Sein zum Tode sebagai refleksi perjalanan manusia dalam memberi makna hidup sebelum kematian.

“Tugas kita dalam dunia pendidikan tinggi adalah mempromosikan kebaikan, harapan, kemanusiaan, dan keadilan, serta menolak segala hal yang mengarah pada katastrofi, kerusakan, dan penderitaan, baik pada manusia maupun alam,” ujarnya.

Ia juga menilai lingkungan kampus yang masih asri, seperti di USU, merupakan simbol komitmen terhadap nilai-nilai ekologis.

Lebih lanjut, doktor dengan IPK 3,94 ini mengangkat pemikiran Paulo Freire tentang Pedagogy of Hope, yakni pendidikan yang membebaskan dan memberdayakan.

“Kita perlu bertanya, apakah pendidikan kita mampu memberdayakan, atau justru menjadikan manusia sekadar homo ludens yang larut dalam hiburan,” katanya, sembari mengutip kritik Neil Postman tentang budaya “self-amusing until death”.

Di akhir pidatonya, Kemal Fasya mengajak para wisudawan untuk menghargai peran orang tua.

“Berikan dekapan dan terima kasih jika mereka masih hidup, dan doakan jika telah tiada. Mereka tetap orang tua yang patut kita doakan sepanjang hidup,” pesannya.

Diketahui, Kemal Fasya meraih gelar doktor dengan disertasi berjudul “Dampak Tragedi Cumbok dalam Konteks Pembangunan Rekonsiliasi Aceh”, yang dipertahankan pada 22 Oktober 2025.

Adapun prosesi wisuda USU dijadwalkan berlangsung pada 8 - 9 Mei 2026, sebagai wisuda angkatan ketiga tahun akademik 2025/2026.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI