Sabtu, 10 Oktober 2026
Beranda / Berita / Aceh / Zulkarnaini Masry Nahkodai Jurnalis Ekonomi Aceh, Siap Perkuat Isu Jurnalisme Ekonomi Aceh

Zulkarnaini Masry Nahkodai Jurnalis Ekonomi Aceh, Siap Perkuat Isu Jurnalisme Ekonomi Aceh

Sabtu, 10 Oktober 2026 20:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Jurnalis Ekonomi Aceh (JEA) menggelar Musyawarah Besar (Mubes) pertama di Banda Aceh, Sabtu (10/10/2026). [Foto: Dokumen panitia untuk dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Jurnalis Ekonomi Aceh (JEA) menggelar Musyawarah Besar (Mubes) pertama di Banda Aceh, Sabtu (10/10/2026). 

Mengusung tema “Kuat dalam Organisasi, Teguh dalam Independensi, Tajam Mengawal Ekonomi Aceh”, forum ini menjadi momentum memperkuat organisasi sekaligus mendorong liputan ekonomi yang lebih mendalam, kritis, dan berimbang.

Ketua JEA periode sebelumnya, Andika Ichsan, berharap kehadiran organisasi tersebut dapat memberikan manfaat bagi berbagai elemen masyarakat, terutama melalui pemberitaan ekonomi yang mampu menjelaskan persoalan dan perkembangan ekonomi Aceh secara lebih komprehensif.

Menurut Andika, isu ekonomi perlu diangkat secara berjenjang agar pemberitaan tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai dampak kebijakan dan dinamika ekonomi terhadap masyarakat.

“Banyak isu ekonomi nantinya akan kita gelar secara berjenjang, yang memberikan korelasi dan manfaat bagi banyak pihak, dengan tetap mempertimbangkan ekonomi yang berkeadilan,” kata Andika.

Ia berharap JEA menjadi wadah bagi jurnalis untuk memperkuat kapasitas dan membangun kerja jurnalistik yang berorientasi pada kepentingan publik.

Sementara itu, Ketua JEA terpilih, Zulkarnaini Masry atau Zulmasry mengatakan pembentukan JEA berangkat dari pengamatan bahwa ekosistem media di Aceh telah berkembang dengan baik. Namun, menurutnya, masih terdapat ruang yang perlu diperkuat, khususnya dalam peliputan isu ekonomi berbasis data dan analisis mendalam.

“Yang belum maksimal seperti data-data yang mendalam sehingga hadirnya kami bisa menjawab setiap data yang keluar dari instansi terkait,” ujar Zulkarnaini.

Ia menilai, pemberitaan ekonomi membutuhkan kemampuan untuk membaca data, menguji informasi, serta menjelaskan kaitan antara kebijakan pemerintah dan kondisi ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Karena itu, JEA diharapkan menjadi ruang belajar bersama bagi para jurnalis, terutama dalam mengembangkan kemampuan menulis laporan mendalam atau indepth reporting.

Zulkarnaini mengakui, keterbatasan pemahaman terhadap isu dan data ekonomi menjadi salah satu tantangan dalam menghasilkan pemberitaan yang lebih komprehensif. Melalui organisasi tersebut, para jurnalis diharapkan dapat saling berbagi pengetahuan dan memperkuat kualitas liputan.

“Wadah ini menjadi inisiatif untuk mendorong pertumbuhan dan keadilan ekonomi,” katanya.

Menurut dia, peliputan ekonomi tidak cukup hanya mengandalkan angka-angka yang disampaikan instansi terkait. Data tersebut perlu ditelusuri dan ditempatkan dalam konteks yang tepat agar masyarakat dapat memahami perkembangan ekonomi secara utuh.

Dewan Pendiri JEA, Aryos Nivada, turut menekankan pentingnya komitmen dalam membangun organisasi. Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi tidak terlepas dari kesungguhan anggotanya dalam menjalankan tanggung jawab dan menjaga tujuan bersama.

Ia mengingatkan bahwa komitmen harus menjadi landasan bagi setiap anggota untuk berkontribusi secara konsisten, bukan sekadar semangat pada awal pembentukan organisasi.

Dalam konteks JEA, komitmen tersebut juga berkaitan dengan upaya menjaga independensi jurnalistik, meningkatkan profesionalisme, dan memastikan pemberitaan ekonomi tetap berpihak pada kepentingan publik.

"Kita harapkan ini mampu berkembang menjadi wadah profesional bagi jurnalis ekonomi di Aceh. Penguatan organisasi, peningkatan kapasitas peliputan, serta konsistensi menjaga independensi menjadi modal penting untuk mengawal kebijakan dan perkembangan ekonomi daerah," tutupnya. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI