Logo Dialeksis
Beranda / Berita / Aceh / Viral Pengakuan Perempuan Diperkosa Bupati 'Budok', Korban: Saya Diancam Mantan Suami

Viral Pengakuan Perempuan Diperkosa Bupati 'Budok', Korban: Saya Diancam Mantan Suami

Sabtu, 22 Februari 2020 08:05 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Im Dalisah
Korban pengakuan paksa perkosaan, Nita Rosita saat memberikan keterangan. Foto: tangkap layar channel youtube Ratu Youtuber Aceh.

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Salah seorang dari dua perempuan yang mengaku diperkosa oleh oknum bupati di Aceh, dan video pengakuannya viral di medsos beberapa hari lalu, Nita Rosita, membantah dengan tegas terjadinya insiden terkutuk itu. 

Melalui channel youtube Ratu Youtuber Aceh, yang diterbitkan Jumat, (21/2/2020), Nita menyebutkan pengakuan yang disampaikan di video tersebut dilakukan dibawah tekanan dan intimidasi mantan suaminya dengan ancaman akan diceraikan bila tidak melakukan hal tersebut. 

"Lon masanya umu 17 thon dengon aneuk umu 4 buleun dijebak le lako lon. Meunyoe lon hana peubut lagee nyan, lon akan di peucre le lako lon (Saya saat itu berumur 17 tahun dengan anak berumur 4 bulan dijebak oleh suami saya. Kalau saya tidak melakukan itu, saya akan diceraikan oleh suami saya-red)," ungkap Nita.

Dalam video klarifikasi berdurasi 2.39 menit itu, Nita meminta pengertian semua pihak untuk tidak percaya sebelah pihak. 

"Nyoe lon uroe jeh di peu bodoh-bodoh. Lon meukawen wate glah 2 SMA. Tulong kepada masyarakat, bek neupercaya bak sebelah pihak. Lon mantong na harga diri, lon mantong udep. Jadi meunyoe awak nyoe keu neuk menghujat bak media sosial, bek menghujat bak medsos. Meunyoe keu neuk secara langsung, jak tanyoeng bak lon beu jeulah, peu yang terjadi malam nyan, akan lon peujeulah mandum (saat itu saya di bodoh-bodohin. Saya kawin saat kelas 2 SMA. Tolong kepada masyarakat, jangan percaya sebelah pihak. Saya masih punya harga diri, saya masih hidup. Kalau mau menghujat, jangan di medsos. Datang ke saya, tanyakan secara langsung ke saya apa yang terjadi malam itu, akan saya jelaskan semua)," jelas dia.

Dia pun meminta kepada publik untuk tidak lagi mengungkit-ungkit video yang dibuat tahun 2012 itu. Dengan nada memelas, Nita meminta kepada semua pihak untuk tidak mempolitisir video tersebut untuk kepentingan politik.

"Sedih tat lon. Sebab video thon 2012 ka tutop, ka hana masalah le. Bek neu ungket-ungket le masalah nyan. Meunyoe awak nyoe keu neuk meu politek, politik jeut, tapi bek neu adu ngen video nyan. Nyan menyangkot dengan harga diri lon dan aneuk lon (sedih sekali saya. Sebab video tahun 2012 itu sudah tutup, sudah selesai, tidak ada masalah lagi. Kalau mereka mau berpolitik, silahkan, tapi jangan di adu dengan video tersebut. Itu menyangkut harga diri saya dan anak saya-red)," pinta Nita.

Dalam kesempatan itu, dia juga mengancam akan menempuh jalur hukum terhadap siapa saja jika video tersebut kembali disebarkan. Nita kembali menegaskan bahwa kejadian pemerkosaan itu tidak pernah ada.

"Meunyoe awak droe neuh mantong memviralkan video nyan, jalur hukum na. Lon bisa cit berbicara, karena nyan hak lon. Meunyoe awak droe neuh keu membagikan video 2012 nyan yang menyangkut bahwa lon diperkosa bupati, hana nyan, riil hana mandum. Nyan riil pikiran mantan suami lon. Meunyoe lon hana dipuebuet peu yang dipeugah lon akan di peucre (Kalau kalian masih memviralkan video itu, jalur hukum ada. Saya juga bisa bicara, karena itu hak saya. Kalau kalian mau membagikan video tahun 2012 itu yang mengatakan bahwa saya diperkosa oleh bupati, itu tidak benar semuanya. Itu murni perbuatan mantan suami saya. Kalau saya tidak mengerjakan apa yang diperintahkan suami saya, saya akan diceraikan-red)," kata Nita.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, pasca pengakuan 'bohong' yang dibuat dibawah intimidasi mantan suaminya itu dilakukan, dirinya dikembalikan ke orangtuanya alias diceraikan oleh sang suami.

"Setelah kemauan jih tercapai, lon dicampakkan bak ureung cik lon. Umu 17 thon lon dipeucre le suami lon, aneuk umu 4 buleun. Beuna diteupeu le awak nyoe mandum, lon susah payah geupeu udep aneuk lon (Setelah kemauannya tercapai, saya dicampakkan kepada orang tua saya. Umur 17 tahun saya diceraikan oleh suami saya dengan anak berumur 4 bulan. Harus kalian tahu semua, susah payah saya berjuang menghidupkan anak saya-red)," terang Nita Rosita menutup keterangannya.

Seperti yang telah diwartakan Dialeksis.com sebelumnya, Kamis, (20/2/2020), publik jagat maya di Aceh dihebohkan dengan pengakuan dua orang wanita yang mengaku diperkosa oleh oknum bupati di Aceh.

Dalam rekaman video yang beredar luas berdurasi 13.41 menit itu, keduanya telah ditiduri paksa oleh inisial R dan disebut bupati 'budok'. (Im)


Editor :
Im Dalisah

riset-JSI
Komentar Anda