Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Usai Bencana, Wali Nanggroe Desak Evaluasi Besar-Besaran Perkebunan Sawit di Aceh

Usai Bencana, Wali Nanggroe Desak Evaluasi Besar-Besaran Perkebunan Sawit di Aceh

Rabu, 14 Januari 2026 19:15 WIB

Font: Ukuran: - +

Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia (PYM) Malik Mahmud Al-Haytar (berdiri di tengah) saat memberikan keterangan pers didampingi Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, serta Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi (paling kanan) usai meninjau bencana banjir di Aceh Tamiang belum lama ini. [Foto: Humas LWN]


DIALEKSIS.COM | Aceh - Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al-Haytar, mendesak peninjauan ulang terhadap perluasan perkebunan kelapa sawit di Aceh. Seruan ini muncul setelah bencana banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah pada akhir November 2025.

Menurutnya, kerusakan lingkungan akibat pembukaan hutan secara besar-besaran menjadi salah satu faktor utama yang memperparah bencana tersebut. Ia menilai alih fungsi hutan untuk kepentingan perkebunan sawit telah mengurangi daya dukung alam.

“Bencana ini terjadi karena hutan kita sudah banyak ditebang. Saya sudah sering ingatkan, jangan terus membabat hutan dan memperluas sawit,” ujar Malik Mahmud saat meninjau lokasi terdampak di Aceh Tamiang.

Dalam kunjungan itu, ia didampingi oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, serta Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi.

Ia menegaskan, masuknya investasi ke Aceh tetap penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, ia mengingatkan agar aktivitas investasi tidak merusak lingkungan, khususnya hutan yang selama ini menjadi pelindung alami dari bencana.

“Investor tidak boleh merusak kekayaan alam Aceh. Semua harus kita evaluasi kembali,” tegasnya.

Malik Mahmud juga menekankan pentingnya pembangunan berkelanjutan, di mana pertumbuhan ekonomi harus berjalan seimbang dengan pelestarian lingkungan. Ia menilai keseimbangan tersebut menjadi kunci untuk mencegah bencana serupa di masa depan.

Selain itu, ia menyatakan siap mendukung Pemerintah Aceh dengan memanfaatkan jejaring internasional yang dimilikinya. Dukungan tersebut, kata dia, akan diarahkan untuk membantu pemerintah daerah dalam penanganan dan mitigasi bencana, termasuk mendampingi Gubernur Aceh, Muzakir Manaf.

Di akhir pernyataannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh untuk bersama-sama membangun daerah dengan tetap menjaga kearifan lokal dan kelestarian lingkungan. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI