DIALEKSIS.COM | Banda Aceh “ Tradisi meugang menjelang Ramadan 1447 Hijriah kembali menggeliat di kawasan Pasar Al Mahirah, Lamdingin, Banda Aceh.
Harga daging sapi tercatat berada di kisaran Rp170 ribu hingga Rp180 ribu per kilogram, dengan harga tertinggi menyentuh Rp180 ribu per kilogram.
Pantauan media dialeksis.com, Rabu, 18 Februari 2026, memperlihatkan aktivitas jual beli berlangsung cukup ramai. Warga datang silih berganti membeli daging sebagai bagian dari tradisi menyambut bulan suci Ramadan.
Zahran, salah satu pedagang daging di pasar tersebut, mengatakan stabilitas harga tahun ini didukung oleh ketersediaan pasokan sapi lokal yang telah dipersiapkan jauh hari.
Menurutnya, kesiapan stok menjadi faktor utama yang membuat harga tetap terkendali meskipun permintaan meningkat.
“Ramai juga yang beli. Sapi dari peternak lokal sudah kami siapkan sejak jauh-jauh hari, jadi stok aman dan harga tetap stabil,” ujarnya kepada media dialeksis.com.
Ia menjelaskan, dibandingkan beberapa tahun sebelumnya yang sempat mengalami kenaikan harga akibat keterbatasan pasokan, kondisi tahun ini jauh lebih terkendali.
Koordinasi antara pedagang, peternak, dan pemasok dinilai berjalan lebih baik sehingga distribusi daging dapat berlangsung lancar tanpa gejolak harga yang berarti.
Meski demikian, Zahran mengakui jumlah pembeli pada hari
meugang belum seramai biasanya. Cuaca hujan yang melanda kota dalam beberapa hari terakhir disebut turut memengaruhi kunjungan masyarakat ke pasar.
“Biasanya lebih padat lagi. Sekarang agak berkurang karena hujan beberapa hari ini, tapi tetap ada peningkatan dibanding hari biasa,” tambahnya.
Selain faktor cuaca, kondisi ekonomi rumah tangga juga turut memengaruhi pola belanja masyarakat. Sebagian warga memilih membeli daging dalam jumlah yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan, meskipun tradisi meugang tetap menjadi prioritas bagi banyak keluarga.
Zahran juga menyinggung adanya kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang mengalokasikan bantuan uang meugang bagi korban banjir.
Informasi tersebut, menurutnya, mendorong pedagang mempersiapkan stok lebih awal guna mengantisipasi potensi peningkatan permintaan.
“Karena ada bantuan uang meugang untuk korban banjir, kami sudah antisipasi dari awal supaya stok cukup dan harga tidak melonjak,” tutupnya.[nh]