DIALEKSIS.COM | Bireuen - Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST melakukan aksi kemanusiaan yang penuh kehangatan dengan turun langsung merayakan tradisi Mak Meugang (Punggahan) bersama pengungsi korban banjir di Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Selasa (17/2/2026). Kegiatan tersebut dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 H.
Bupati Bireuen tak hanya hadir untuk melihat langsung kondisi pengungsian, namun dirinya ikut memasak daging di dapur umum pengungsian. Mukhlis yang memang dikenal piawai memasak itu tampak luwes mengolah bumbu tradisional Aceh bersama para pengungsi dan warga setempat.
Kehadiran orang nomor satu di Bireuen ini bertujuan untuk memastikan para pengungsi tetap dapat merasakan kemeriahan tradisi meskipun tidak berada di rumah yang telah rusak dilanda musibah banjir yang terjadi akhir November 2025 lalu. Bupati Bireuen menyampaikan momen Meugang adalah waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas.
"Ramadan adalah bulan penuh berkah. Kami ingin saudara-saudara kita di pengungsian tidak merasa sendiri. Makan daging Meugang bersama ini adalah bentuk kebersamaan dan upaya kita untuk menjalin silaturahmi yang erat, sehingga dalam keadaan yang terbatas, pada hari Meugang pengungsi tetap dalam sukacita," ujar Mukhlis.
Mukhlis menyampaikan akan terus berupaya melakukan yang terbaik untuk korban banjir Bireuen seperti ketersediaan logistik yang cukup. Ia terus berbuat dan melakukan pemulihan, termasuk mengusulkan kepada pemerintah pusat agar segera membangun hunian yang layak kepada korban banjir di Kabupaten Bireuen yang rumahnya hilang atau rusak.
Saat daging meugang siap disajikan. Mukhlis makan bersama dan berbaur tanpa sekat dengan para pengungsi untuk menikmati hidangan daging masak merah dan kari khas Aceh. Suasana kekeluargaan dan kebersamaan untuk memberikan harapan dan semangat baru bagi para warga di penampungan dalam menyongsong ibadah puasa Ramadan. [mur]