Rabu, 09 September 2026
Beranda / Berita / Aceh / Tiga Madrasah Banda Aceh Tembus 30 Besar OMI Riset 2026

Tiga Madrasah Banda Aceh Tembus 30 Besar OMI Riset 2026

Rabu, 09 September 2026 17:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh, Dr. H. Salman, S.Pd., M.Ag. Foto: for Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Tiga madrasah di Kota Banda Aceh menorehkan prestasi dengan meloloskan tim peneliti mereka ke dalam 30 besar Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Riset 2026. Ketiganya yakni MTsN 1 Model Banda Aceh, MAN 1 Banda Aceh, dan MAN 2 Banda Aceh.

Karya yang diusung mengangkat persoalan dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari kesiapsiagaan bencana berbasis kearifan lokal Aceh, pemanfaatan teknologi untuk mengurangi kecemasan akademik remaja, hingga perkembangan qanun Aceh.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh, Dr. H. Salman, S.Pd., M.Ag., mengapresiasi capaian tersebut. Ia menyampaikan selamat kepada para siswa, guru pembimbing, dan keluarga besar madrasah yang telah mendukung lahirnya karya riset peserta didik.

“Ini merupakan bukti bahwa madrasah kita memiliki potensi besar dalam bidang riset, inovasi, dan pengembangan gagasan yang relevan dengan kebutuhan zaman,” ujar Salman.

Dari MTsN 1 Model Banda Aceh, Muhammad Daiyan Jalal Ifansyah, Moehammad Zidan Ar-Rayyan, dan Muhammad Yusuf Alfarabi mengusung penelitian berjudul “INONG TANGGUH: Pembelajaran Mendalam Berbasis Kearifan Lokal Aceh untuk Pemberdayaan Remaja Perempuan melalui Kesiapsiagaan Bencana.”

Daiyan dan Zidan merupakan siswa kelas IX-2, sedangkan Yusuf berasal dari kelas IX-10. Penelitian pada bidang Sustainable Development Goals (SDGs) jenjang MTs itu dibimbing Nurmahni Harahap, M.Pd., dan Halimatus Sakdiah Hasibuan, S.Pt.

Sementara itu, MAN 1 Banda Aceh melaju melalui penelitian “Mind-Visualizer Berbasis p5.js: Aplikasi Terapi Geometri Audio-Visual Interaktif untuk Mereduksi Tingkat Kecemasan Akademik Remaja.”

Karya pada bidang SDGs jenjang Madrasah Aliyah tersebut dikerjakan Jihan Adila dan Wawa Annaisa Ridda dengan bimbingan Siti Qobatiah, S.Si. Penelitian ini mengangkat pemanfaatan teknologi interaktif untuk membantu mengurangi kecemasan akademik di kalangan remaja.

Adapun MAN 2 Banda Aceh mengusung penelitian “Evolusi Qanun: Dari Multaqa Al Azhar, Meukuta Alam, Hingga Qanun Aceh Modern”. Karya Afzalikha Kayla Qanitah dan Zahratul Mahfuzah itu berada dalam ruang lingkup Ekoteologi atau Integrasi Keislaman dan Keilmuan pada jenjang Madrasah Aliyah.

Salman menilai keragaman tema tersebut memperlihatkan kemampuan siswa madrasah menghubungkan pengetahuan dengan persoalan nyata. Menurutnya, capaian ini juga menunjukkan tumbuhnya daya pikir kritis, kreativitas, dan keberanian peserta didik dalam mengembangkan gagasan.

“Yang membanggakan adalah tema yang diangkat sangat beragam, mulai dari kesiapsiagaan bencana berbasis kearifan lokal Aceh, pemanfaatan teknologi untuk mendukung kesehatan psikologis remaja, hingga kajian sejarah dan perkembangan qanun Aceh,” katanya.

Ia turut mengapresiasi peran guru pembimbing dan pihak madrasah yang memberikan ruang bagi siswa untuk meneliti. Dukungan tersebut diharapkan terus memperkuat budaya riset dan inovasi di lingkungan madrasah.

“Selamat kepada seluruh tim. Semoga capaian Top 30 ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan memberikan hasil terbaik pada tahapan selanjutnya. Mudah-mudahan prestasi ini juga menginspirasi madrasah lainnya di Kota Banda Aceh untuk semakin aktif membangun budaya riset dan inovasi,” ujar Salman.[]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI