Beranda / Berita / Aceh / Tambang Emas Linge Dinilai untuk Kepentingan Penguasa Bukan Warga Gayo

Tambang Emas Linge Dinilai untuk Kepentingan Penguasa Bukan Warga Gayo

Kamis, 11 Agustus 2022 14:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Nora
Kepala Departemen Advokasi dan Kampanye Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh, Munandar Syamsuddin. [Foto: for Dialeksis]

DIALEKSIS.COM | Takengon - Kepala Departemen Advokasi dan Kampanye Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh, Munandar Syamsuddin mengatakan, rencana eksploitasi tambang emas di Kecamatan Linge Aceh Tengah adalah kepentingan pemodal atau penguasa, bukan kepentingan warga Gayo.

Selama ini, kata dia, warga Gayo sudah cukup bahagia dengan hasil alam kopi dan hortikultura. Perkebunan kopi di Aceh Tengah 100 persen milik rakyat, artinya sebagian besar warga di sana bergantung hidup pada hasil tani.

"Jika tambang emas beroperasi aktivitas pertanian terancam, dikarenakan ketersediaan air tanah terganggu karena tambang, pencemaran udara, deforestasi, dan pemanasan global," ungkapnya saat diwawancarai Dialeksis.com, Kamis (11/8/2022).

Menurutnya, butuh waktu lama perubahan itu baru terasa. Namun jika itu terjadi, maka tidak bisa kembali ke posisi semula. Jadi sebelum alam Gayo rusak karena tambang harus dicegah dari sekarang.

"Jangan sampai kita mewariskan alam Gayo kepada anak cucu dalam keadaan rusak," kata Munandar.

Munandar mengungkapkan, industri tambang juga berpotensi menghadirkan konflik sosial antar masyarakat. Tidak ada jaminan tambang akan mensejahterakan warga Gayo.

"Siapa berani menjamin itu? apakah Bupati? Bupati seharusnya mendengar suara arus bawah, suara hati petani kopi. Jika dibuat survei ke akar rumput secara independen saya yakin mayoritas warga akan menolak," tegasnya.

Harus dipahami, lanjutnya, tambang itu bukan hanya akan berdampak pada wilayah setempat saja, namun tanah Gayo dan Aceh pada umumnya. Petani di Bener Meriah dan Gayo Lues juga akan merasakan dampak terhadap perubahan kondisi alam di satu kawasan.

Munandar berharap, Bupati dan elit pejabat berpihak pada kepentingan rakyat banyak dan pada masa depan Tanah Gayo. Ia mengajak warga Gayo untuk mengkaji dampak terburuk terhadap eksploitasi tambang.

"Kenapa kita berpikir yang terburuk, karena alam yang terlanjur rusak tidak akan dikembalikan lagi ke kondisi semula. Tolak tambang di Gayo, sebelum kita menyesal semuanya," pungkasnya. (Nor/bna)

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
distanbun 12
Komentar Anda