DIALEKSIS.COM | Lhokseumawe - Bursa calon Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) periode 2026 - 2030 mulai menghangat. Sebulan setelah tahapan penjaringan dan sosialisasi dimulai, empat akademisi resmi menyerahkan berkas pencalonan.
Nama-nama yang sebelumnya beredar di ruang-ruang percakapan kampus kini satu per satu muncul ke permukaan. Mereka adalah Dr. Mukhlis, S.H., M.H., Jullimursyida, S.E., Ak., M.M., Ph.D., Dr. Alfian, S.H.I., M.A., dan Dr. Baidhawi, S.P., M.P.
Keempatnya bukan wajah asing bagi sivitas akademika Unimal. Mereka datang dari lingkaran pimpinan universitas dan fakultas, membawa pengalaman serta basis dukungan masing-masing.
Dr. Mukhlis menjadi orang pertama yang mendaftar pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan itu datang didampingi anggota Senat Universitas dari Fakultas Hukum.
Setengah jam berselang, giliran Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jullimursyida, menyerahkan berkas. Kedatangannya menyedot perhatian karena diantar rombongan besar, termasuk mantan Rektor Unimal Prof. A. Hadi Arifin, pimpinan fakultas, ketua jurusan, koordinator program studi, dan sejumlah dosen.
Mukhlis merupakan doktor ilmu hukum lulusan Universitas Padjadjaran. Ia membawa gagasan menjadikan Unimal sebagai kampus transformatif yang unggul di tingkat internasional dengan tetap berpijak pada potensi lokal.
Program yang ditawarkan antara lain penguatan hubungan pendidikan dengan dunia kerja, pusat inovasi komoditas strategis, pengembangan kemahasiswaan dan alumni, pembangunan kampus cerdas dan hijau, serta perluasan kolaborasi sosial.
Sementara Jullimursyida, doktor lulusan Universiti Sains Malaysia, mengusung visi Unimal yang unggul, inklusif, adaptif, berbasis potensi lokal, berdaya saing global, dan memberi dampak nyata bagi pembangunan nasional.
Ia menempatkan akreditasi dan kerja sama internasional, optimalisasi aset, pengembangan rumah sakit pendidikan, serta peningkatan prestasi mahasiswa sebagai bagian dari agenda strategisnya.
Setelah sepekan lebih hanya diisi dua nama, suasana bursa Pilrek Unimal kembali bergerak pada Jumat (4/9/2026).
Sekitar pukul 10.00 WIB, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Alfian, datang ke Sekretariat Panitia Pemilihan Rektor di lantai II Gedung Rektorat Unimal, Kampus Reuleut, Aceh Utara.
Alfian tidak datang sendirian. Sejumlah dosen lintas fakultas, alumni, tokoh agama, tokoh masyarakat dari gampong sekitar kampus, serta anggota DPRK Aceh Utara turut mengantarnya.
Berkas pencalonan Alfian diterima panitia untuk diperiksa dan diverifikasi. Anggota Panitia Pemilihan Rektor Unimal, Teuku Kemal Fasya, menyebut dokumen administrasi Alfian telah disiapkan dengan baik, baik dalam bentuk fisik maupun digital.
Beberapa jam kemudian, tepatnya sekitar pukul 15.00 WIB, Dekan Fakultas Pertanian Dr. Baidhawi menyusul mendaftar. Ia hadir bersama rombongan dosen Fakultas Pertanian dan sejumlah akademisi dari fakultas lain.
Masuknya Baidhawi membuat jumlah pendaftar sementara genap menjadi empat orang. Sekretaris Panitia Pemilihan Rektor Unimal, Dr. Hadi Iskandar, menyatakan dua calon mendaftar pada hari pertama, sedangkan dua lainnya menyerahkan berkas pada Jumat.
Meski jumlah minimal empat pendaftar telah terpenuhi, seluruh nama tersebut masih berstatus bakal calon. Kepastian mereka melaju ke tahapan berikutnya bergantung pada hasil pemeriksaan dan verifikasi administrasi.
Panitia Pemilihan Rektor Unimal sendiri dibentuk Senat Universitas pada 14 Juli 2026. Dr. Azhari ditunjuk sebagai ketua dan Dr. Hadi Iskandar sebagai sekretaris. Pembentukan panitia dilakukan menjelang berakhirnya masa jabatan Rektor Unimal periode 2022 - 2026 pada 22 Desember 2026.
Pendaftaran masih terbuka hingga 10 September 2026. Artinya, empat nama yang telah muncul belum tentu menjadi daftar terakhir. Pintu masih terbuka bagi akademisi lain dari Unimal maupun perguruan tinggi negeri di Indonesia yang memenuhi persyaratan.
Seleksi administrasi dijadwalkan berlangsung pada 11 September. Apabila jumlah bakal calon yang dinyatakan memenuhi syarat kurang dari empat orang, panitia akan memperpanjang pendaftaran pada 14 - 18 September 2026.
Persyaratan yang harus dipenuhi cukup ketat. Calon wajib berpendidikan doktor, berstatus PNS dengan jabatan akademik minimal lektor kepala, memiliki pengalaman manajerial sekurang-kurangnya dua tahun, berusia maksimal 60 tahun pada 22 Desember 2026, serta menyerahkan LHKPN dan pakta integritas.
Nama-nama yang lolos administrasi akan diumumkan Senat Unimal pada 1 - 2 Oktober. Penyampaian visi, misi, dan program kerja dijadwalkan pada 13 Oktober, sekaligus penyaringan menjadi tiga calon rektor.
Ketiga nama tersebut selanjutnya menjalani pemeriksaan rekam jejak sebelum pemilihan dalam sidang tertutup Senat yang direncanakan pada 24 November 2026. Rektor baru dijadwalkan ditetapkan dan dilantik oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada Desember 2026.
Kini gelanggang telah terbuka. Empat nama saat ini kemungkinan besar akan bertambah sebelum masa akhir penutupan tanggal 10 September 2026 sudah mengambil posisi, dukungan mulai diperlihatkan, dan gagasan perlahan ditawarkan. Namun, perjalanan menuju kursi orang nomor satu di kampus berjulukan Kampus Rakyat itu masih panjang. [arn]

