Logo Dialeksis
Beranda / Berita / Aceh / RSUZA Karantina 14 Petugas Medis yang Tangani Langsung Pasien Positif Corona

RSUZA Karantina 14 Petugas Medis yang Tangani Langsung Pasien Positif Corona

Kamis, 26 Maret 2020 13:06 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Im Dalisah

Seorang petugas medis di Zhongnan Hospital of Wuhan University, Wuhan, China, menangani pasien yang terduga terkena virus corona. Foto:(ANTARA/HO-Xinhua/Xiongqi/mii)


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pihak Rumah Sakit Zainal Abidin (RSUZA) telah mengisolasi sejumlah tenaga medis, baik perawat dan dokter yang sebelumnya menangani secara langsung korban AA, pasien asal Lhokseumawe yang dilaporkan positif terjangkit virus Covid-19 hari ini, Kamis, (26/3/2020). Seperti diketahui, AA sendiri telah meninggal dunia pada Senin, (23/3/2020) lalu.

"Kita telah melakukan karantina terhadap 14 petugas medis yang urus pasien (AA) itu. Mereka telah kita data sebelumnya," terang Direktur RSUZA, Dr. Azharuddin, Kamis, (26/3/2020).

Ketika disinggung terkait penanganan terhadap keluarga korban, Dr. Azharuddin menyebutkan hal tersebut merupakan ranah dan kewenangan Dinas Kesehatan Aceh. Dia menegaskan RSUZA hanya memiliki kapasitas mengurus rumah sakit.

"Waduh, itu ranah Dinkes. Rumah sakit kapasitasnya untuk rumah sakit," tegas dia.

Dialeksis.com berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Dinkes Aceh terkait pola penanganan terhadap keluarga korban yang telah dinyatakan positif terjangkit virus mematikan itu. Namun, sambungan langsung yang dilakukan media ini kepada Kadinkes Aceh, Dr. Hanif tidak membuahkan hasil. 

Seperti yang telah diwartakan media ini sebelumnya, pasien asal Lhokseumawe, AA, yang sebelumnya berstatus PDP dan meninggal pada Senin, (23/3/2020), telah dinyatakan positif terjangkit virus Covid-19.

Baca: Korban PDP Asal Lhokseumawe yang Meninggal Senin Lalu, Positif Corona

"Jam 6.45 WIB saya dikabari Menkes untuk Provinsi Aceh dinyatakan satu positif yang dari Lhokseumawe," kata Direktur RSUZA, Dr. Azharuddin saat dikonfirmasi Dialeksis.com, Kamis (26/3/2020). (Im)

Editor :
Im Dalisah

riset-JSI
Komentar Anda