DIALEKSIS.COM| Takengon- Salah seorang tokoh pemuda di Aceh Tengah, Ricky Arasendi yang juga menjabat sebagai sekretaris Partai Nasdem mengkritik kebijakan Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, melalui surat terbuka.
Surat terbuka yang disampaikan ke Dialeksis.com, Minggu (30/08/2026) Rizky menyampaikan unek uneknya tentang sikap kepemimpinan Bupati Haili Yoga. Dimana pada Pilkada lalu dia dan partainya merupakan pejuang untuk kemenangan pasangan Haili- Muhsin.
Menurut Ricky, dia tidak mempersoalkan bupati turun langsung menegur pelajar yang bermain domino pada jam sekolah, karena ini penegakan disiplin.
“Pelajar yang melanggar tentu harus dibina. Tetapi untuk itu ada guru, kepala sekolah, pengawas dan Dinas Pendidikan. Namun bupati bukan guru piket,” sebutnya.
Seorang Bupati harus memastikan sistem bekerja, sementara energinya diarahkan pada persoalan yang membutuhkan keputusan seorang kepala daerah. Aceh Tengah masih menghadapi pekerjaan besar pascabencana, jelasnya.
234.710 jiwa terdampak, 4.426 rumah rusak, 4.100 hektare lahan cabai dan 2.787 hektare sawah terdampak, 306 ruas jalan, 179 jembatan dan 130 jaringan irigasi mengalami kerusakan. Sebanyak 12.637 hektare kebun kopi Arabika juga terdampak, kata Ricky.
Di sisi lain, sebut tokoh mud aini, inflasi Aceh Tengah pada Desember 2025 mencapai 8,90 persen, sementara sekitar 31,85 ribu penduduk masih berada dalam kemiskinan pada 2024.
“Itu pekerjaan rumah yang membutuhkan kepemimpinan Bupati. Begitu pula dengan dinamika birokrasi. Publik melihat pengunduran diri Sekda dan sejumlah pejabat. Saya tidak ingin berspekulasi mengenai alasan mereka, tetapi situasi ini seharusnya menjadi bahan introspeksi,” katanya.
Menurutnya, Aceh Tengah membutuhkan birokrasi yang solid dan pemimpin yang mampu menerima masukan, termasuk masukan yang tidak menyenangkan.
“Saya tidak meminta Bapak menutup mata terhadap pelanggaran siswa. Saya hanya berharap energi seorang Bupati digunakan untuk menyelesaikan persoalan yang tidak bisa diwakilkan,” sebutnya.
Karena rakyat tidak memilih Bupati untuk mengetahui seberapa banyak kesalahan yang dilakukan rakyat. Rakyat membutuhkan Bupati untuk menyelesaikan sebanyak-banyaknya masalah yang mereka hadapi.
“Jangan sampai domino di tangan beberapa pelajar lebih cepat mendapatkan perhatian daripada jalan yang rusak, jembatan yang belum pulih, lahan pertanian yang terdampak, harga yang meningkat dan keluarga yang masih berjuang bangkit setelah bencana,” ujarnya.

