distanbun 10
Beranda / Berita / Aceh / Respon Pengamat: Maraknya Penyelundupan BBM, Stabilitas Sosial Masyarakat dan Keamanan Terganggu

Respon Pengamat: Maraknya Penyelundupan BBM, Stabilitas Sosial Masyarakat dan Keamanan Terganggu

Rabu, 20 April 2022 18:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi

Aryos Nivada. [Foto: facebook.com]



DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dapat memicu stabilitas sosial masyarakat dan keamanan, apabila tidak ditangani dengan cepat oleh pemerintah maupun Aparat Penegak Hukum (APH). 

Hal itu disampaikan Pengamat Politik dan Keamanan Aceh, Aryos Nivada dalam keterangannya kepada dialeksis.com, Rabu (20/4/2022).

Aryos menyebutkan, kenaikan harga BBM ini akibat maraknya penyelundupan BBM subsidi, dan penyelundupan ini disebabkan tingginya jarak harga antara harga BBM subsidi dan BBM non subsidi.

Kemudian, pemerintah juga tidak mampu mengontrol harga BBM, hal itu dikarenakan pola penanganan yang lambat serta tidak strategis kebijakan yang mampu menekan langsung gejolak harga.

“Semua pihak baik dari pemerintah sendiri maupun multi stakeholder harus pro aktif terlibat dalam penanganan penyelundupan BBM bersubsidi sehingga peran partisipasi membantu pemerintah menjadi cepat,” pinta Aryos yang juga Dosen FISIP Universitas Syiah Kuala (USK) itu.

Ia juga berharap kepada Polda Aceh untuk segera mengungkap pelaku dan aktor besar dalam kasus penyalahgunaan, agar mengetahui pola dan model operasi yang dilakukan mereka dalam melakukan penyelundupan BBM bersubsidi. Sehingga ke depannya dapat diminimalisir maupun dicegah agar tidak marak terjadi penyelundupan.

"Jika dibuat terus bergulir penyelundupan BBM subsidi tanpa penanganan cepat, maka bisa dipastikan akan mengarah situasi keamanan tidak stabil," tutup Peneliti Senior Jaringan Survei Inisiatif (JSI) itu.

Untuk diketahui, Ditreskrimsus Polda Aceh per 18 April 2022 telah menangani 25 kasus penyalahgunaan BBM subsidi dan telah menetapkan 29 tersangka.

Dari kasus tersebut, Ditreskrimsus Polda Aceh juga telah menyita 49.040 liter BBM bersubsidi jenis solar, 18 kendaraan roda empat, dan empat kendaraan roda dua.

Berikut rincian kasus yang sudah ditangani polisi yaitu: Ditreskrimsus 2 kasus, Polres Aceh Besar 1 kasus, Aceh Utara 1 kasus, Aceh Selatan 1 kasus, Nagan Raya 4 kasus, Banda Aceh 1 kasus, Lhokseumawe 1 kasus, Subulussalam 1 kasus, Aceh Timur 1 kasus, Aceh Tamiang 1 kasus, Abdya 1 kasus, Pidie 1 kasus, Aceh Barat 1 kasus, Aceh Jaya 1 kasus, Aceh Tengah 1 kasus, Bireuen 1 kasus, Aceh Tenggara 1 kasus, Langsa 1 kasus, Sabang 1 kasus, dan Polres Pidie Jaya 1 kasus. [RED]

Keyword:


Editor :
Indri

distanbun 11
riset-JSI
distanbun 12
Komentar Anda