Beranda / Berita / Aceh / Relawan Gebetan Salurkan Daging Kurban GKSF Tanpa Kantong Plastik

Relawan Gebetan Salurkan Daging Kurban GKSF Tanpa Kantong Plastik

Selasa, 20 Juli 2021 21:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : MHV

Para relawan Yayasan Gerakan Berbagi Tamiang (GEBETAN) menyalurkan daging sapi Green Kurban Sinergi Foundation (GKSF) kepada warga yang membutuhkan tanpa kantong plastik. [Foto: Ist]


DIALEKSIS.COM | Aceh Tamiang - Para relawan Yayasan Gerakan Berbagi Tamiang (GEBETAN) menyalurkan daging sapi Green Kurban Sinergi Foundation (GKSF) kepada warga yang membutuhkan tanpa kantong plastik.

Relawan Yayasan Gerakan Berbagi Tamiang (GEBETAN) menyalurkan daging sapi Green Kurban Sinergi Foundation (GKSF) kepada warga yang membutuhkan tanpa kantong plastik. [Foto: Ist]

Sebagai penggantinya, Green Kurban mengajak masyarakat menggunakan kearifan lokal daerah masing-masing. Mulai dari pelepah daun pisang, daun jati besek bambu, ganting, rotan, anyaman kelapa hingga wadah makanan sendiri.

“Program Green Kurban diinisiasi oleh Yayasan Sinergi Foundation dan distribusi daging kurban tanpa plastik sudah lama diterapkan, yaitu sejak tahun 2013,” kata Koordinator Green Kurban, Joko Sudirman didampinggi Sekretaris Gebetan, Muhammad Hendra Vramenia kepada Dialeksis.com, Selasa (20/7/2021).

Joko menjelaskan dalam pelaksanaan Green Kurban tahun 2021 ini, di Kampung Pengidam Kecamatan Bandar Pusaka dan Kampung Gerengam misalnya, tim distribusi Green kurban menggunakan rotan untuk mendistribusikan daging kepada warga penerima manfaat. 

Sedangkan di Kampung Tanjung Genteng Kecamatan Kejuruan Muda tim distribusi Green Kurban menggunakan pelepah daun pisang untuk mendistribusikan daging. Kemudian di Dusun Sisirau Kampung Simpang Kiri menggunakan anyaman dari kelapa untuk wadah daging yang siap diibagi ke masyarakat. 

Menurut Joko Sudirman melalui program ini, yayasan Sinergi Foundation berikhtiar mengedukasi agar masyarakat mengurangi penggunaan kantong plastik saat distribusi daging dengan menggunakan ramah lingkungan dan bahan organik.

Ia menuturkan, saat Idul Adha, bukan sedikit kita mendapati plastik yang tercecer bekas pembagian daging. Padahal plastik adalah zat yang sulit terurai dan berbahaya bagi lingkungan. Alih-alih bermanfaat, efeknya justru mencemari alam.

“Plastik sudah menjadi bagian dari keseharian kita. Tapi bukan berarti kita tidak bisa menguranginya sama sekali. Green Kurban menawarkan sejumlah alternatif dalam pengurangan kantong plastik saat kurban,” katanya.

Melalui program Green Kurban, Joko menyatakan pekurban tak hanya menjalankan perintah agama, berkurban juga bisa menjadi sarana untuk mencintai lingkungan.

Selain itu, katanya, di Green Kurban, hewan-hewan dipersiapkan sebaik mungkin untuk memenuhi ketentuan syariah dan kesehatan. Pun saat pemotongan dan pencacahan, Green Kurban memperhatikan adab-adab terhadap hewan yang diajarkan Rasulullah. (MHV)

Keyword:


Editor :
Alfatur

riset-JSI
Komentar Anda