Beranda / Berita / Aceh / Rektor UIN Ar-Raniry Dari Masa ke Masa, Siapa Selanjutnya?

Rektor UIN Ar-Raniry Dari Masa ke Masa, Siapa Selanjutnya?

Sabtu, 29 Januari 2022 13:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : fatur
UIN Ar-Raniry Banda Aceh. [Foto: Istimewa]

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pucuk kepemimpinan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh akan mengalami pergantian. Sebagaiman dikabarkan, ada 8 (Delapan) calon yang akan meneruskan visi dan misi Perguruan tinggi itu.

Berdasarkan penelusuran Litbang Dialeksis.com, Sabtu (29/1/2022), sebelumnya bernama UIN Ar-Raniry sejarah mencatat IAIN Ar-Raniry pendahulunya, dimulai berdirinya Fakultas Syariah pada 1960 dan Fakultas Tarbiyah tahun 1962 sebagai cabang dari IAIN Sunan Kalidjaga Yogyakarta.

Disamping itu pada tahun yang sama juga didirikan Fakultas Ushuluddin sebagai fakultas Swasta di Banda Aceh.

Setelah beberapa tahun menjadi cabang dari IAIN Yogyakarta, fakultas-fakultas tersebut berinduk ke IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta selama enam bulan sampai IAIN Ar-Raniry diresmikan. Pada saat diresmikan pada tanggal 5 Oktober 1963, dengan dikeluarkannya Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 89 Tahun 1963.

Ditahun 1968, diresmikan pula Fakultas Dakwah sebagai Fakultas pertama di lingkungan IAIN di Indonesia. Pada tahun 1968 ini, IAIN Ar-Raniry ditunjuk sebagai induk dari dua fakultas agama berstatus negeri di Medan (cikal bakal IAIN Sumatera Utara) yaitu Fakultas Tarbiyah dan Syari'ah yang berlangsung selama 5 tahun.

Tahun 1983, Fakultas Adab resmi menjadi salah satu dari 5 fakultas di lingkungan IAIN Ar-Raniry.


IAIN Ar-Raniry menjadi UIN Ar-Raniry

Penantian panjang IAIN Ar-Raniry Banda Aceh membuahkan hasil, tahun 2013, berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 64, bahwa Perubahan Status IAIN menjadi UIN Ar-Raniry.

Perubahan itu menjadi sebuah kado istimewa bagi kampus Jantong Hate (Jantung Hati) rakyat Aceh yang genap usianya 50 tahun, tepatnya pada 5 Oktober 2013.

UIN Ar-Raniry tercatat sebagai UIN Ketujuh dan termuda di Indonesia, setelah UIN Sunan Syarif Kasim. Terhitung sejak 1 Oktober 2013, segala yang menyangkut dengan nama, status serta aset baik tetap maupun bergerak, termasuk mahasiswa, dosen, dan karyawan IAIN secara otomatis menjadi aset UIN Ar Raniry.

Rektor UIN Ar-Raniry Dari Tahun ke Tahun

Dari rekam jejak perjalanan kampus islam terbesar di Aceh itu telah melahirkan tokoh besar pemimpin UIN Ar-Raniry. Lantas siapa saja pernah menjabat rektor IAIN sampai menjadi UIN Ar-Raniry ini, berikut sosoknya:

· Prof. Ali Hasjmy, alm. (1963-1965).

· Drs. H. Ismuha, alm. (1965-1972).

· Ahmad Daudy, MA (1972-1976) sekarang Prof. Dr. H. Ahmad Daudy, MA.

· Prof. A. Hasjmy, alm. (1976-1982).

· Prof. H. Ibrahim Husein, MA (1982-1987 dan 1987-1990).

· Drs. H. Abd. Fattah, alm. (1990-1995).

· Prof. Dr. H. Safwan Idris, MA, alm(1995-2000).

· Prof. Dr. H. Al Yasa Abubakar, MA (Plh) (2000-2001).

· Prof. Dr. H. Rusjdi Ali Muhammad, SH (2001-2005).

· Prof. Drs. H. Yusny Saby, MA., Ph. D (2005-2009).

· Prof. Dr. H. Farid Wajdi Ibrahim, MA (Agustus 2009-2018).

· Prof. Dr. H. Warul Walidin AK, M.A.(2018-sekarang).

Masa kepemimpinan Rektor saat ini segera berakhir

Selanjutnya masa berakhir kepemimpinan rektor saat ini di bulan Juni akan berganti kepemimpinan baru. Mencuat ke permukaan publik mereka mereka diwacanakan maju.

Berdasarkan pemberitaan media Dialeksis.com, Sabtu (29/1/2022), bahwa tahun 2022 ini masa kepemimpinan Rektor UIN Ar-Raniry akan segera berakhir. Tentu ada akan beberapa bakal alon yang maju.

Seperti diketahui bahwa ada 8 bakal calon yang meneruskan visi dan misi Perguruan Tinggi Jantong Hate Rakyat Aceh. Kedelapan calon itu bukanlah orang biasa, mereka adalah orang-orang yang hebat, berintegritas, dan memiliki komitmen yang cukup tinggi untuk kemaslahatan pendidikan di Aceh dan cukup handal dalam memimpin UINAR Banda Aceh kedepan.

Berdasarkan Pollingkita.com, berikut nama-nama yang menjadi bakal calon Rektor UINAR Banda Aceh selanjutnya:

  1. Prof Dr Mujiburrahman, MA - 38.6%
  2. Prof Dr Misri A Muchsin, MA - 17.8%
  3. Prof Dr Syamsul Rijal, MA - 13.9%
  4. Prof Dr T Zulfikar, MEd - 13.1%
  5. Prof Dr Syahrizal Abbas, MA - 6.6%
  6. Prof Dr Eka Sri Mulyani, MA - 4.3%
  7. Prof Dr Syahbuddin Gade, MA - 3.2%
  8. Prof Muhammad Siddiq, PhD - 2.6%

Berdasarkan data diatas, Prof Dr Mujiburrahman, MA berada diperingkat pertama. Prof Dr Mujiburrahman MA. Ia adalah putra Aceh yang juga pendiri Lembaga Pusat Kajian Pendidikan dan Masyarakat (PKPM) Aceh. 

Lembaga PKPM ini fokus pada pengembangan pendidikan dan masyarakat. Baginya, tonggak besar yang membantunya dalam menjalani hari-hari ialah, ridha Allah Swt, doa, dan ikhtiar yang cukup dan terukur. 

Seluruh civitas UIN Ar-Raniry mengharapkan ia maju menata kembali kampus UIN lebih maju dan baik ke depannya. Bahkan dukungan eksternal mengalir deras ke sosok ini. 

Saat ini, Prof Dr H Warul Walidin AK MA masih menjadi Rektor UIN Ar-Raniry dan akan berakhir di bulan Juli 2022. Sebelumnya dirinya dilantik sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh periode 2018-Guru Besar UIN Ar-Raniry di ruang pelantikan pejabat lantai II Gedung Kementerian Agama RI di Jalan Lapangan Benteng Barat Nomor 3-4 Jakarta, Senin (2/7/2018) sekitar pukul 13.30 WIB.

Siapapun Rektor UIN Ar-Raniry kedepan, masyarakat Aceh berharap, Rektor selanjutnya mampu membuat perubahan dan terobosan, guna mewujudkan visi misi kampus didunia pendidikan dan melahirkan generasi-generasi penerus hebat seterusnya. [ftr]

Keyword:


Editor :
Alfatur

riset-JSI
Komentar Anda