Beranda / Berita / Aceh / Refleksi 18 Tahun Tsunami Aceh, ANRI Bakal Gelar Seminar Internasional

Refleksi 18 Tahun Tsunami Aceh, ANRI Bakal Gelar Seminar Internasional

Senin, 12 Desember 2022 16:00 WIB

Font: Ukuran: - +


ANRI bekerjasama dengan Pemerintah Aceh dan USK bakal gelar seminar internasional di Gedung AAC Dayan Dawood USK, Selasa (13/12/2022) besok. [Foto: Ist]

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Dalam rangka memperingati dan merefleksi 18 tahun tsunami Samudera Hindia, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) bekerja sama dengan Pemerintah Aceh dan Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan Seminar Internasional “Menuju Pusat Arsip Pandemi dan Kebencanaan: Pelajaran dari Tragedi Tsunami Aceh sebagai Pengetahuan dan Warisan Dokumenter”.  

Seminar tersebut dilaksanakan secara daring melalui aplikasi zoom cloud meeting dan secara luring di Gedung AAC Universitas Syiah Kuala Banda Aceh pada Selasa (13/12/2022) besok.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Abdullah Azwar Annas dijadwalkan membuka acara seminar internasional tersebut. Turut hadir pula Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri sebagai pembicara utama.

Selain itu, Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki juga turut hadir menyampaikan sambutan pembuka. Para pimpinan lembaga kearsipan di wilayah Asia Tenggara pun turut hadir secara luring dan daring pada acara seminar ini.

Seminar Internasional “Menuju Pusat Arsip Pandemi dan Kebencanaan: Pelajaran dari Tragedi Tsunami Aceh sebagai Pengetahuan dan Warisan Dokumenter” juga menjadi ajang dalam menyosialisasikan keberhasilan penominasian arsip Tsunami Samudera Hindia sebagai Memory of the World (MoW).

Dengan diakuinya arsip tsunami sebagai MoW oleh UNESCO, informasi penanggulangan bencana tsunami yang terekam dalam arsip juga diharapkan dapat diakses dengan mudah oleh publik, sehingga dapat dijadikan bahan pembelajaran dan referensi dalam pengambilan keputusan serta kebijakan mitigasi dan penanggulangan bencana.

Arsip tsunami Samudera Hindia telah diakui UNESCO sebagai MoW pada 30 Oktober 2017. Arsip tersebut merekam peristiwa bencana tsunami, proses mitigasi, serta proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Arsip tsunami Samudera Hindia yang diakui UNESCO terdiri dari arsip tekstual sepanjang 9,3 km linier, arsip foto sebanyak 500 lembar, arsip rekaman suara sebanyak 196 kaset, arsip video magnetik sebanyak 13 kaset, serta arsip elektronik dalam bentuk CD/DVD sebanyak 1.230 keping. Saat itu, penominasian arsip tsunami Samudera Hindia dilakukan melalui nominasi bersama (joint nomination) antara Indonesia dan Sri Lanka.

Sebagai informasi, pada rangkaian acara seminar internasional ini, akan dilaksanakan pula penandatanganan Executive Program antara ANRI dan National Archives of Singapore dan penandatanganan Nota Kesepahaman antara ANRI dengan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.[]


Keyword:


Editor :
Akhyar

riset-JSI
Komentar Anda