Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Ramadan di Tengah Luka Banjir, Penyintas Aceh Tamiang Bertahan dengan Harapan

Ramadan di Tengah Luka Banjir, Penyintas Aceh Tamiang Bertahan dengan Harapan

Selasa, 24 Februari 2026 10:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Paket Mowilex Kit diberikan kepada penyintas banjir dan longsor di Aceh Tamiang. Foto: Ist


DIALEKSIS.COM | Aceh - Memasuki Ramadan 1447 Hijriah, masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang menyambut bulan suci dengan penuh syukur. Namun, suasana religius tahun ini masih dibayangi dampak banjir hidrometeorologi 2025 yang menyisakan luka dan kerusakan di berbagai wilayah.

Hujan deras yang kembali mengguyur sejak 18 Februari 2026 memperparah kondisi. Sejumlah akses jalan dipenuhi lumpur dan sulit dilalui. Bahkan, beberapa kawasan pedalaman hanya dapat dijangkau dengan menyeberangi sungai menggunakan perahu kayu.

Di Kampung Rantau Bintang, Kecamatan Bandar Pusaka, situasi pascabencana masih terasa berat. Salah satu penyintas, Khairiyah (40), menuturkan Ramadan kali ini sangat berbeda setelah rumahnya hanyut terseret banjir bandang. Ia bersama lima anggota keluarganya kini tinggal di hunian sementara yang dibangun dari kayu sisa material banjir.

Sebelum bencana, Khairiyah mengandalkan warung kelontong di rumahnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun usaha itu belum dapat kembali berjalan. Sementara suaminya pun belum bisa beraktivitas normal akibat infeksi pada kaki setelah tertusuk paku saat banjir. Kini, ia lebih banyak membantu mengambil bantuan untuk menopang kebutuhan harian keluarga.

Di tengah keterbatasan tersebut, Tim Disaster Management Center (DMC) dari Dompet Dhuafa tetap menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa Mowilex Kit yang berisi bahan pangan dan perlengkapan kebersihan.

Distribusi bantuan dilakukan dengan menembus medan sulit di wilayah pedalaman Aceh Tamiang, termasuk Kampung Rantau Bintang dan Desa Sekumur, Kecamatan Karang Baru.

Sebanyak 1.000 paket Mowilex Kit didistribusikan untuk wilayah terdampak bencana di Sumatra, dengan 500 paket dialokasikan untuk Aceh Tamiang. Rinciannya, 100 paket disalurkan di Kampung Rantau Bintang dan 250 paket di Desa Sekumur.

Kepala DMC Dompet Dhuafa, Shofa Qudus, menyampaikan bahwa hampir tiga bulan pascabencana, kondisi belum sepenuhnya pulih. Sejumlah warga masih hidup dalam keterbatasan akses, listrik yang belum stabil, serta minim bantuan, terutama di kawasan pedalaman.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang pun telah memperpanjang masa tanggap darurat bencana selama tujuh hari sejak 18 Februari 2026 guna melanjutkan penanganan di titik-titik terdampak parah.

Di tengah segala keterbatasan itu, hadirnya bantuan pada awal Ramadan menjadi setitik harapan bagi para penyintas. Setidaknya, kebutuhan dasar mereka dapat terpenuhi hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI