Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang, Bawa Sembako dan Kabar Pemulihan Cepat

Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang, Bawa Sembako dan Kabar Pemulihan Cepat

Sabtu, 21 Maret 2026 11:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi

Presiden RI Prabowo Subianto melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah dan berikan sembako kepada warga penyintas banjir di Masjid Darussalam, Kabupaten Aceh Tamiang. Foto: Kolase Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Aceh Tamiang - Presiden RI Prabowo Subianto melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah bersama warga penyintas banjir di Masjid Darussalam, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (21/3/2026). Kehadiran Presiden menjadi simbol perhatian pemerintah pusat terhadap percepatan pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian, serta Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Presiden tiba di Aceh Tamiang pada pagi hari dan disambut di Batalyon Infanteri Raider Khusus 111/Karma Bhakti.

Usai pelaksanaan Salat Id, Presiden Prabowo langsung bersilaturahmi dengan masyarakat dan menyerahkan bantuan paket sembako kepada perwakilan warga di halaman masjid. Kehadiran Presiden disambut antusias, bahkan sejumlah warga turut menyampaikan ucapan selamat Idulfitri serta harapan bantuan tambahan.

Tidak hanya itu, Presiden juga meninjau hunian sementara (huntara) yang dibangun untuk para penyintas banjir di sekitar Masjid Darussalam. Ia memastikan bahwa proses relokasi warga dari tenda darurat berjalan dengan baik.

“Di tenda sudah tidak ada lagi, hampir 100 persen warga sudah keluar dan menempati hunian sementara atau hunian tetap,” ujar Prabowo.

Sebelumnya, Presiden juga menilai proses pemulihan di Aceh Tamiang berlangsung cepat dan menunjukkan progres signifikan.

Sementara itu, Tito Karnavian menjelaskan bahwa kunjungan Presiden juga merupakan bagian dari upaya memastikan masyarakat terdampak bencana dapat merayakan Lebaran dengan kondisi yang lebih baik, baik secara sosial maupun ekonomi.

Pemerintah, kata Tito, telah menyalurkan bantuan senilai Rp72,75 miliar dalam rangka mendukung tradisi Meugang di Aceh. Bantuan tersebut dialokasikan untuk pengadaan sapi yang didistribusikan ke 19 kabupaten/kota, termasuk wilayah terdampak bencana.

Sebanyak 3.042 desa menerima bantuan dengan nilai sekitar Rp50 juta per desa untuk pembelian sapi. Program ini tidak hanya menjaga tradisi lokal, tetapi juga bertujuan meningkatkan daya beli masyarakat serta menggerakkan ekonomi daerah.

“Intinya, 3.042 desa harus mendapatkan bagian daging sapi,” ujar Tito.

Menurutnya, bantuan yang langsung menyentuh masyarakat akan berdampak signifikan terhadap pemulihan ekonomi lokal. “Kalau masyarakat punya daya beli, mereka akan belanja. Dari situ ekonomi bergerak dan pasar kembali hidup,” katanya.

Dalam kunjungan ini, Presiden turut didampingi sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta Panglima TNI Agus Subianto.

Kunjungan Presiden ini diharapkan dapat memperkuat semangat masyarakat Aceh Tamiang dalam bangkit dari bencana, sekaligus memastikan seluruh program rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan tepat sasaran dan tepat waktu.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI