Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Posko Tanggap Darurat Aceh Dinilai Responsif dan Terorganisir

Posko Tanggap Darurat Aceh Dinilai Responsif dan Terorganisir

Minggu, 15 Februari 2026 12:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Pegiat kebencanaan nasional, Brosur Surya. Foto: doc pribadi/Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Aceh - Penanganan pascabanjir besar dan longsor di Aceh menuai apresiasi dari pegiat kebencanaan nasional, Brosur Surya. Ia menilai sistem komando dan kepemimpinan Posko Tanggap Darurat yang dikendalikan Pemerintah Aceh menjadi salah satu yang terbaik yang pernah ia saksikan selama terlibat dalam berbagai penanganan bencana di Indonesia.

Sejak penetapan status tanggap darurat, Pemerintah Aceh dinilai menunjukkan pola koordinasi yang terorganisir dan responsif. Posko utama yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun, mampu mengoordinasikan seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) sekaligus memperkuat sinergi dengan TNI dan Polri di lapangan.

Brosur menyebut, soliditas koordinasi dan kejelasan komando menjadi faktor utama keberhasilan penanganan pascabencana kali ini.

“Ini salah satu penanganan yang paling rapi dari sisi komando. Gubernur dan Wakil Gubernur turun langsung menyapa korban dan memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, sementara Sekda memimpin operasional dari posko utama. Pembagian peran seperti ini efektif dan efisien,” ujar Brosur.

Menurutnya, langkah Gubernur Aceh Muzakir Manaf bersama Wakil Gubernur Fadhlullah yang turun langsung ke lokasi terdampak memberi dampak psikologis positif bagi masyarakat. Di saat yang sama, Sekda M Nasir memastikan koordinasi bantuan, distribusi logistik, serta percepatan pemulihan infrastruktur berjalan tanpa hambatan berarti.

Brosur mengaku menyaksikan langsung bagaimana percepatan pemulihan akses jalan, penerangan, serta distribusi bantuan dilakukan secara sistematis. “Akses yang terputus segera ditangani, logistik bergerak cepat, dan koordinasi lintas instansi berjalan jelas. Ini menunjukkan kesiapan sistem,” katanya.

Selain unsur pemerintah, relawan dari berbagai organisasi masyarakat sipil, termasuk Forum Pengurangan Risiko Bencana Aceh, turut dilibatkan secara aktif. Keterlibatan ini membuat penanganan banjir berlangsung kolaboratif dan memperkuat solidaritas sosial di tengah situasi darurat.

Sebagai pegiat kebencanaan yang pernah terlibat dalam respons bencana di Palu, Lombok, hingga Ciganjur, Brosur menegaskan bahwa kepemimpinan posko merupakan kunci utama dalam situasi darurat. Ia menilai banjir di Aceh kali ini memiliki tantangan besar karena melanda wilayah pesisir timur dan tengah”yang merupakan pusat ekonomi dan jalur transportasi utama.

“Dalam bencana berskala besar, kekurangan pasti ada. Tapi yang paling menentukan adalah kepemimpinan, koordinasi, dan kemampuan menggerakkan semua unsur. Di Aceh, saya melihat itu berjalan,” tegasnya.

Ia menambahkan, respons cepat dan terkoordinasi tidak hanya mempercepat pemulihan, tetapi juga memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat terdampak.

Penilaian tersebut menjadi indikator bahwa kepemimpinan Posko Tanggap Darurat Aceh telah memberi dampak nyata dalam mempercepat penanganan banjir dan longsor, sekaligus menjaga stabilitas serta kepercayaan publik di tengah situasi krisis. (*)

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI