Beranda / Berita / Aceh / PNL Ikuti Dua Program Luar Negeri, Apa Saja?

PNL Ikuti Dua Program Luar Negeri, Apa Saja?

Rabu, 18 Mei 2022 21:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Alfatur

Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe, Ir. Rizal Syahyadi, ST., M.Eng.SC. [Foto: Ist.]


DIALEKSIS.COM | Lhokseumawe - Perkembangan industri yang ada di Aceh semakin berkembang. Adapun peran dari Perguruan Tinggi Negeri terus ambil bagian daripada kemajuan industri di Aceh terutama dalam mencetak generasi yang memiliki visi dan misi demi memajukan industri yang ada di Aceh.

Salah satunya yang juga mengambil peran tersebut adalah Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL).

Direktur PNL, Ir. Rizal Syahyadi, ST., M.Eng.SC mengatakan, tentu saja PNL mengambil bagian daripada hal tersebut.

“Peranan PNL sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi yang ada di Aceh terutama di Indonesia, kita membuka Program Studi (Prodi) untuk mendukung kawasan industri yang ada di Aceh, bahkan di Indonesia tentunya,” ucapnya kepada Dialeksis.com, Rabu (18/5/2022).

Kemudian Rizal Syahyadi yang akrab disapa Didi ini menyampaikan, di PNL juga telah ada Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang ada skemanya sudah berjumlah 33 skema dan ada disemua jurusan yang ada di PNL.

“Artinya apa? Lulusan PNL tidak hanya dibekali sebuah ijazah dan transkrip saja, namun juga dibekali sebuah sertifikat yang bisa digunakan di Indonesia dan bahkan diseluruh Asia Tenggara,” sebutnya.

“Dengan begitu, lulusan PNL bisa bersaing dengan tenaga asing diseluruh Asia Tenggara,” tambahnya.

Kemudian, lanjutnya lagi, saat ini PNL juga telah mengembangkan Soft Skill mahasiswa, salah satunya adalah cara berkomunikasi dengan bahasa Asing yaitu bahasa Inggris.

Selain hal itu, kata Didi, juga ada program lain yang sedang berjalan yaitu IISMA Vokasi itu anak-anak yang sedang belajar di PNL di semester 4 ke atas mendapat kesempatan untuk belajar di industri ataupun kampus yang ada di luar negeri.

“Alhamdulillah, saat ini sudah ada 93 Mahasiswa/i yang sudah mendaftar dan kita usahakan ada yang lulus agar dapat belajar selama satu semester penuh di luar negeri,” sebutnya.

Lanjutnya, juga ada program di luar negeri yaitu, Markija (Mari Kita Bekerja). Dirinya menjelaskan, Program Markija ini bisa diikuti oleh Alumni PNL dan Mahasiswa/I PNL, Belajar Sambil Bekerja.

“Program Markija ini diakui sebagai pengalaman bekerja. Untuk Indonesia, diberi kesempatan sebanyak 1.000 mahasiswa/i vokasi yang akan dikirim ke negara Eropa timur, salah satunya negara Hungaria, jadi PNL saat ini sedang mengikuti 2 program luar negeri,” jelasnya.

Oleh karena itu, dirinya juga mengajak agar calon adik-adik mahasiswa untuk bisa bergabung dengan PNL.

“Insyallah, di PNL kalian semua akan dibekali akan banyak hal, seperti skill, soft skill, dan hard skill yang bisa berperan di industri dan menjadi enterpreuner. Dan tentu sangat penting yang harus dipersiapkan jika ingin berkiprah di luar negeri dan melanjutkan pendidikan di luar negeri yaitu kemampuan bahasa, terutama bahasa Inggris,” tukasnya. [FTR]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda