DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin menyampaikan terima kasih kepada ribuan ASN Pemerintah Aceh yang terlibat dalam aksi bakti sosial membersihkan sekolah-sekolah terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.
Ucapan terima kasih tersebut disampaikan Murtalamuddin saat konferensi pers bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, usai meninjau langsung kegiatan belajar mengajar (KBM) pada hari pertama masuk sekolah pascabencana banjir, di SMA Negeri 4 Kejuruan Aceh Tamiang, Senin (5/1/2026).
“Sekarang saatnya kita bekerja, saatnya kita bangkit dan bekerja bersama-sama. Sekarang bukan waktunya saling menyalahkan, bukan waktunya mencari kesalahan. Ini waktunya melakukan kebaikan demi pelayanan pendidikan untuk anak-anak kita,” ujar Murtalamuddin.
Juru Bicara Posko Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Aceh ini menegaskan, keterlibatan ASN dalam aksi gotong royong massal merupakan bukti kehadiran negara dalam situasi krisis. Selama dua hari, ribuan ASN dikerahkan ke Aceh Tamiang untuk membersihkan lumpur, sampah, dan sisa material banjir di sekolah-sekolah.
“Terima kasih kepada seluruh ASN Pemerintah Aceh. Kemarin itu ada sekitar 4.200 ASN yang turun langsung bakti sosial selama dua hari di Aceh Tamiang. Fokus mereka membersihkan sekolah-sekolah agar anak-anak bisa kembali belajar,” katanya.
Menurut Murtalamuddin, banyak sekolah yang sebelumnya terendam air dan lumpur kini telah kembali layak digunakan berkat kerja kolektif tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat setempat yang turut membantu dan membuka akses bagi para relawan ASN.
“Sampaikan terima kasih kami kepada masyarakat di sini yang mau dibantu, yang bersama-sama membersihkan sekolah. Terima kasih semuanya,” ucapnya.
Aksi gotong royong massal ASN Pemerintah Aceh itu dilaksanakan pada Minggu (4/1/2026). Selain fasilitas pendidikan, para relawan juga menyisir sejumlah sarana publik lain yang mengalami kerusakan pascabencana. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pendataan kerusakan infrastruktur untuk langkah perbaikan lanjutan.
Meski sejumlah sekolah sempat terdampak cukup parah akibat genangan air dan endapan lumpur, Pemerintah Aceh memastikan kondisi tersebut tidak akan menghambat hak belajar siswa.
Ia menegaskan bahwa proses belajar mengajar (PBM) di wilayah terdampak banjir Aceh Tamiang tetap berjalan sesuai jadwal, dengan penyesuaian format pembelajaran berdasarkan kondisi masing-masing sekolah.
“Kami memastikan bahwa proses belajar mengajar ini tetap berlanjut mulai Senin, 5 Januari 2026, dengan format yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan gotong royong ini merupakan bentuk respons cepat Pemerintah Aceh dalam menangani dampak bencana, agar pelayanan publik khususnya sektor pendidikan tidak lumpuh terlalu lama.
Lebih dari sekadar pemulihan fisik, iamenekankan pentingnya kehadiran guru dan sekolah bagi pemulihan psikologis siswa pascabencana.
“Guru tetap mengajar bukan hanya untuk mengejar kurikulum. Mereka memiliki peran penting dalam aspek psikososial siswa. Kehadiran guru bersama siswa, serta berkumpulnya para siswa, akan membantu memulihkan kondisi emosional anak-anak setelah menghadapi bencana,” pungkasnya.