Beranda / Berita / Aceh / Percepat Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem Aceh, BAPPEDA dan BMA Teken BAST

Percepat Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem Aceh, BAPPEDA dan BMA Teken BAST

Senin, 06 November 2023 21:30 WIB

Font: Ukuran: - +

BAST antara Bappeda dan BMA. [Foto: dok. BMA]

DIALEKSIS.COM | Aceh - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) dan Baitul Mal Aceh (BMA) menandatangani Berita Acara Serah Terima (BAST) Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Penandatanganan diwakili oleh Dr. Hasrati, SE, MM dari BAPPEDA Aceh dan Arif Arham, S.Si.,MS dari Sekretariat BMA. Acara berlangsung di Ruang Sekretariat Tim Task Force Percepatan Penanggulangan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem Aceh, Bappeda Aceh, Senin (6/11/2023).

Penandatanganan BAST ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi antara BAPPEDA Aceh dan BMA sebelumnya. Data P3KE selanjutnya digunakan BMA dalam program pengentasan kemiskinan ekstrem.

Kepala BAPPEDA Aceh, T. Ahmad Dadek, mengatakan bahwa data kemiskinan ekstrem yang diserahkan kepada BMA merupakan data yang valid dan akurat. Data tersebut diperoleh dari hasil pendataan yang dilakukan oleh BKKBN pada tahun 2022.

"Data kemiskinan ekstrem ini sangat penting bagi BMA untuk dapat menyusun program pengentasan kemiskinan ekstrem yang tepat sasaran," kata T. Ahmad Dadek.

Selain itu, T. Ahmad Dadek juga mengatakan bahwa Aceh menjadi salah satu provinsi yang menjadi pilot project program pengentasan kemiskinan ekstrem berdasar data Regsosek (Registrasi Sosial Ekonomi) yang digagas oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia. Regsosek adalah upaya pemerintah untuk membangun data kependudukan tunggal, atau satu data. Dengan menggunakan data tunggal, pemerintah dapat melaksanakan berbagai programnya secara terintegrasi, tidak tumpang tindih, dan lebih efisien.

"Aceh menjadi provinsi yang dipilih selain Jakarta dan Jawa Timur. Salah satu sebabnya karena program BMA dinilai berhasil dan berdampak positif dalam pengentasan kemiskinan ekstrem," jelas T. Ahmad Dadek.

Sementara itu, Ketua Badan BMA, Muhammad Haikal, mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik kerja sama dengan BAPPEDA Aceh dalam program pengentasan kemiskinan ekstrem. Ia juga mengapresiasi BAPPEDA Aceh yang telah menyerahkan data kemiskinan ekstrem dengan tepat waktu.

"Data ini akan kami gunakan untuk menyusun program pengentasan kemiskinan ekstrem yang lebih efektif dan efisien," ujar Muhammad Haikal.

Dengan kerja sama yang baik antara BAPPEDA Aceh dan BMA, diharapkan program pengentasan kemiskinan ekstrem di Aceh dapat berjalan dengan lancar dan berhasil. [BMA]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda