Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Pemerintah Aceh Pastikan Stok Daging Meugang Idulfitri Aman, Pedagang Diminta Jaga Harga

Pemerintah Aceh Pastikan Stok Daging Meugang Idulfitri Aman, Pedagang Diminta Jaga Harga

Senin, 16 Maret 2026 14:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA. [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pemerintah Aceh memastikan ketersediaan daging untuk tradisi Meugang menjelang Idul Fitri tahun ini dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengatakan secara umum kebutuhan daging masyarakat Aceh setiap perayaan tradisi Meugang berkisar antara 1.000 hingga 1.500 ton.

“Berdasarkan pantauan serta koordinasi dengan Dinas Peternakan Aceh di lapangan, kebutuhan daging untuk perayaan Meugang Idul Fitri tahun ini tercukupi dan dalam kondisi aman,” ujar Muhammad MTA dalam keterangannya kepada media dialeksis.com, Senin (16/3/2026).

Ia menjelaskan, stok ternak yang tersedia di seluruh wilayah Aceh cukup besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Saat ini tercatat 16.381 ekor sapi yang siap memenuhi kebutuhan Meugang, dengan estimasi pemotongan sekitar 7.245 ekor.

Selain sapi, pemerintah juga mencatat ketersediaan 6.929 ekor kerbau serta 17.146 ekor kambing dan domba yang dapat menjadi alternatif bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan daging saat Meugang.

Menurut Muhammad MTA, jumlah stok ternak tersebut dipastikan cukup untuk mengantisipasi tingginya permintaan masyarakat menjelang hari raya, mengingat tradisi Meugang merupakan budaya yang sangat melekat dalam kehidupan masyarakat Aceh.

“Tradisi Meugang menjadi momentum penting bagi masyarakat Aceh untuk membeli dan menikmati daging bersama keluarga menjelang hari raya. Karena itu, pemerintah terus memastikan ketersediaan pasokan di lapangan,” katanya.

Terkait harga daging, ia mengakui bahwa harga biasanya mengalami fluktuasi menjelang Meugang karena meningkatnya permintaan pasar. Namun demikian, kenaikan harga tersebut dinilai masih dalam batas wajar.

“Sebagaimana kita pahami bersama, harga sangat dipengaruhi oleh mekanisme pasar. Ketika permintaan meningkat menjelang Meugang, biasanya terjadi sedikit kenaikan dibandingkan hari-hari normal,” jelasnya.

Saat ini harga daging di pasaran diperkirakan berada pada kisaran Rp150 ribu hingga Rp180 ribu per kilogram.

Pemerintah Aceh, lanjut Muhammad MTA, juga telah menginstruksikan dinas terkait untuk terus memantau perkembangan harga di lapangan guna mencegah spekulasi yang dapat merugikan masyarakat.

“Gubernur telah menginstruksikan kepada dinas terkait agar terus melakukan pemantauan sehingga harga tetap berjalan normal dan tidak terjadi spekulasi yang berlebihan,” ujarnya

Ia juga mengimbau para pedagang untuk tetap memperhatikan harga yang layak agar masyarakat dapat merayakan tradisi Meugang dengan nyaman.

“Gubernur berharap para pedagang juga dapat memperhatikan harga yang wajar demi kenyamanan masyarakat luas,” kata Muhammad MTA.

Pemerintah Aceh memastikan akan terus memantau kondisi pasokan dan harga daging di seluruh daerah. Jika terdapat perkembangan terbaru terkait ketersediaan maupun harga daging menjelang Meugang, informasi tersebut akan segera disampaikan kepada publik melalui media.

“Jika ada informasi terbaru terkait hal ini, tentu akan segera kami sampaikan kepada teman-teman media,” pungkasnya. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI