Dialeksis - Akurat, Tajam, dan Strategis
Beranda / Berita / Aceh / Pembuat Video Pembebasan Kemerdekaan Aceh Darussalam Menyerahkan Diri ke Polisi

Pembuat Video Pembebasan Kemerdekaan Aceh Darussalam Menyerahkan Diri ke Polisi

Kamis, 19 September 2019 19:52 WIB

Font: Ukuran: - +

DIALEKSIS.COM | Bireuen - Setelah tersebar ke berbagai media sosial video berisi maklumat pengusiran warga yang bukan asli Aceh harus keluar dari tanah rencong, dua dari enam orang dalam video tersebut sudah menyerahkan diri kepada polisi pada Rabu (18/9/2019). 

Dua warga yang diduga terlibat dalam video itu diantaranya Saifannur bin M. Isa (31) petani asal Gampong Gle Mendong, Kecamatan Simpang Mamplam Kabupaten Bireuen. Selanjutnya Husaini alias Apek bin M. Isa (35) pekerjaan petani asala Gampong Blang Beururu, Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen.

Keduanya sudah menyerahkan diri ke pihak kepolisian, namun hingga saat ini kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait dengan kasus tersebut.

"Saat ini kedua pria sudah diamankan diamankan di Mapolres Bireuen," kata sumber Dialeksis.com.

Sementara itu Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK saat dikonfirmasi Dialeksis.com mengatakan, pihaknya akan mengelar konferensi pres terkait kelompok yang mengacam warga Aceh melalui video yang beredar di masyarakat.

"Segera kita akan memberikan pernyataan resmi kepada media terkait penindakan KKB di wilayah Bireuen," kata AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK.M.Si. 

Sebelumnya video berdurasi 5 menit itu beredar pada Kamis (19/9/2019) melalui WhatsApp group dan media sosial. Dalam video tampak 6 orang berdiri, lima di antaranya menggunakan sebo, sementara satu orang berdiri dengan wajah terlihat.

Video tersebut direkam pada 18 Muharam. Kelompok yang menamakan diri pembebasan kemerdekaan Aceh darussalam/Aceh Merdeka (PKAD/AM) ini membuat video di dalam sebuah ruangan tertutup yang belum diketahui lokasinya. 

Video ini berisikan ancaman bagi warga yang asli Aceh diminta untuk keluar dulu dari Aceh. Kelompok ini memberi batas waktu agar keluar dari Aceh sebelum tanggal 4 Desember mendatang. (Faj).

Editor :
Zulkarnaini

Komentar Anda