Beranda / Berita / Aceh / Pembongkaran Teralis Besi Milik Zulfikar Terkesan Dipaksa Oleh Kasatpol-PP Bireuen

Pembongkaran Teralis Besi Milik Zulfikar Terkesan Dipaksa Oleh Kasatpol-PP Bireuen

Minggu, 29 Agustus 2021 23:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : fajri

Zulfikar istrinya dr. Ummayal Amni, Sp.P pemilik Ruko yang beralamat  Jalan Malikussaleh, Gampong Pulo Ara Geudong Teungoh, Kecamatan Kota Juang, Saat menyampaikan keterangan pers dikantor PWI Bireuen. [Foto: Fajri]


DIALEKSIS.COM |Bireuen - Penertiban Pembongkaran teralis besi yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Bireuen terhadap Ruko (Bangunan Toko) milik Zulfikar yang terletak  Jalan Malikussaleh Gampong Pulo Ara Geudong Teungoh, Kecamatan Kota Juang mendapat komplain  dari bersangkutan.

Zulfikar mengatakan pembongkaran teralis besi terhadap Ruko yang ia jadikan tempat tinggal bersama isterinya dr Ummayal Amni Sp.P pada tanggal 3 Agustus 2021 lalu terkesan penuh paksaan yang dilakukan  oleh Kasat Pol PP dan WH Bireuen Chairullah Abed SE.

"Saya melihat pembongkaran teralis besi di ruko yang saya tempati terkesan di Paksakan. Padahal sebelum pembongkaran saya sudah meminta bantu agar pembongkaran ditunda dulu karena saya sedang isolasi mandiri di Medan karena isteri saya berdasarkan hasil tes PCR positif Covid-19," kata Zulfikar, Minggu (29/08/2021) yang mendatangi Kantor PWI Bireuen.

Zulfikar mengungkapkan saat itu ia meminta penundaan dulu pembongkaran. Biar selesai menjalani Isoman di Medan selanjutnya akan pulang ke Bireuen akan membongkar sendiri teralis besi diruko miliknya. 

"Saya telpon Pak Bob Mizwar saat itu. Beliau sahuti permitaan saya saat itu. Fakta dilapangan justru berbeda tanpa koordinasi dengan Kadis DPMPTSP Bob Mizwar, Kasat Pol PP dan WH Bireuen Chairullah Abed SE pada tanggal 3 Agustus langsung memerintah anggota melakukan pembongkaran,"cerita Zulfikar kepada awak media di Kantor PWI Bireuen sambil memperlihat foto dan hasil lab PCR isteri saat di Medan.

Menurut Zulfikar penertiban teralis besi yang dilakukan Sat Pol PP dan WH Bireuen terkesan ada rasa Diskriminasi. 

"Yang didepan mata justru menganggu tidak ditertibkan. Ini justru yang jauh tidak menganggu dibongkar tanpa pemilik dirumah," ungkap Zulfikar sambil menamsilkan seperti peribahasa gajah di pelupuk mata tidak terlihat, semut di seberang pantai nampak jelas.

Zulfikar menceritakan sebelum pembongkaran teralis besi di ruko yang ia tempati. Dirinya sudah melakukan komunikasi dengan Bob Mizwar. Dalam komunikasi tersebut Bob Mizwar menyepakati permitaan penundaan sementara pembongkaran.

Tak lama kemudian ketika hari H pembongkaran tiba, Justru tanpa koordinasi dan tak mengubris permintaan dari Bob Mizwar, Kasat Pol PP dan WH Bireuen memerintahkan anak buahnya untuk membongkar teralis besi.

"Kalau seperti ini penertiban dilakukan. Masyarakat mana yang tak kecewa. Kita sedang musibah, sedang tidak berada di tempat. Tanpa surat peringatan  SP1,SP2 dan SP3. Tiba-tiba langsung dibongkar," ungkap Zulfikar.

Untuk itu Zulfikar berharap kepada Bupati Bireuen Muzakkar A Gani dapat mengavaluasi kinerja Kasat Pol PP Bireuen agar dapat mengedepankan rasa kemanusian dalam melakukan penertiban teralis besi. 

"Bukanya saya tidak patuh aturan. Tapi mohonlah aturan ini ditegakkan tanpa Diskriminasi (Dibeda-bedakan)," kata Zulfikar

Sementara Itu Kasatpol PP dan WH Bireuen Chairullah Abed hingga berit ini diunggah belum menyampaikan konfirmasi. Dihubungi beberapa kali melalui selulernya tak diangkat. (Fajri Bugak)

Keyword:


Editor :
Alfatur

riset-JSI
Komentar Anda