Beranda / Berita / Aceh / Kemenag Aceh: Pondok Pesantren Kembangkan Inovasi untuk Mandiri

Kemenag Aceh: Pondok Pesantren Kembangkan Inovasi untuk Mandiri

Sabtu, 28 Agustus 2021 13:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh Drs Maiyusri. [Foto: aceh.kemenag.go.id]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Sejumlah pondok pesantren (Ponpes) di Aceh telah melakukan sejumlah inovasi untuk menjadi pondok pesantren yang mandiri. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh Drs Maiyusri.

"Kami berharap seluruh pondok pesantren terus berbenah untuk mandiri," kata Maiyusri, Jumat (27/8/2021) di ruang kerjanya.

Salah satu inovasi terbaru yang dihadirkan pondok pesantren, yaitu hadirnya Bank Mudi yang dikembangkan dan dikelola oleh Dayah Mudi Mesra, Samalanga, Bireuen.

"Pondok Mudi Mesra dengan ikonnya ini tidak hanya pada Ma'had Aly tapi sudah ada Bank Mudi. Ini merupakan sahutan dari apa yang menjadi program Presiden dan Menteri Agama untuk menjadi pondok pesantren mandiri," ujarnya. 

Ia berharap ke depan Bank Mudi menjadi bank santri karena kalau sudah menjadi bank santri dapat dimiliki semua santri di Aceh.

"Ke depan mungkin akan diikuti oleh pesantren dari provinsi lain sehingga menjadi bank santri nasional," harapnya lagi.

Sebelumnya, bank serupa juga telah dikembangkan oleh Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng, Pidie Jaya dengan nama Bank Santri Munawwarah.

Maiyusri menjelaskan, beberapa pondok pesantren lainnya juga telah mengarah pada program kemandirian. Rata-rata, menurutnya, usaha yang dikembangkan pondok pesantren di Aceh sesuai dengan kondisi dan kelebihan daerah tersebut.

"Ada beberapa pondok pesantren yang sudah mengarah untuk mandiri seperti Mudi Mesra, Ummul Ayman ada beberapa pesantren di Aceh Utara, Aceh Tengah, kemudian seperti di Subulussalam ada yang menanam sawit," katanya.

Maiyusri menjelaskan, pihaknya telah mendatangi sejumlah pondok pesantren untuk melihat inovasi dan usaha yang telah dikembangkan di pondok pesantren. Hasilnya, kata Maiyusri, produk-produk santri dan guru pesantren tidak kalah dengan produk luar.

Ia berharap produk-produk yang dihasilkan pondok pesantren terjaga kualitasnya, sehingga ke depan bisa didistribusikan ke pondok pesantren lainnya. 

"Sampel beberapa pondok sudah ke arah mandiri, ke depan pondok pesantren lainnya di Aceh meniru untuk ikut mandiri dan ada kolaborasi manajemen misalnya ada produk handal misalnya Aceh Tengah ada sayur, jus itu bisa dikirim ke pondok pesantren lainnya," ungkapnya.

Ia mengatakan, Kementerian Agama akan terus mendukung setiap pondok pesantren yang ingin mandiri. Sehingga dari program kemandirian tersebut diharapkan akan lahir alumni pesantren yang tidak hanya menguasai ilmu agama, namun juga mampu mengisi pembangunan negara.

"Kami berharap kepada pondok pesantren terus membenahi diri karena tujuan dari pemerintah RI ke depan pondok pesantren betul mandiri, betul melakukan aplikasi dari kurikulum dan juga ada realisasi kenyataan Imtaq dan Iptek," katanya.

"Alumni pondok pesantren yang memiliki ijazah bisa menjadi TNI, Polri, pejabat, PNS yang handal dan juga handal dalam bidang ekonomi yang dapat diterapkan dalam terapan mandiri," pungkasnya. [KKA]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda