Beranda / Berita / Aceh / Pasien Keluhkan Pelayanan Loket Obat di RSUDZA

Pasien Keluhkan Pelayanan Loket Obat di RSUDZA

Selasa, 06 Juni 2023 16:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Sammy

Komisi V DPRA melakukan sidak ke loket pengambilan obat RSUDZA Banda Aceh, Senin (5/6/2023). (Foto: dialeksis.com/Sammy)


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pasien di loket pengambilan obat Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh mengeluhkan lamanya antrian pengambilan obat di rumah sakit daerah tersebut.

Hal tersebut diketahui saat Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Senin (5/6/2023) siang.

Pantauan dialeksis.com di lokasi, dari enam loket yang tersedia di RSUDZA, hanya dua loket di mana petugas medisnya tampak melayani pasien. Sementara empat loket lainnya tampak kosong tanpa petugas yang melayani pengambilan obat pasien.

Karena itu, banyak pasien atau keluarga pasien yang mengeluhkan lamanya pengambilan obat di loket tersebut. Bahkan salah seorang keluarga pasien mengaku sudah mengantri sejak pukul 08.00 WIB pagi, namun hingga siang hari belum mendapatkan obat yang diperlukan.

Salah seorang pasien yang tak mau menyebutkan namanya mengeluhkan skema pengambilan obat yang hanya untuk seminggu sekali. Dia berharap agar durasi pemberian obat diperpanjang menjadi untuk sebulan sekali.

"Apa bedanya tujuh hari kita ambil dengan 14 hari atau sebulan. Kenapa begitu. Kalau kita tanya ke BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) ceritanya lain lagi. Mereka sudah serahkan semua ke RSUDZA," ujarnya kepada dialeksis.com, Senin (5/6/2023) siang.

Ketua Komisi V DPRA, M Rizal Falevi Kirani mengatakan pihaknya merasa kecewa dengan berbagai temuan dalam sidak tersebut seperti masih kurangnya pelayanan di loket antri obat, kamar pasien yang rusak, kurangnya tenaga medis untuk transfusi darah, dan lain sebagainya.

"Jauh sebelumnya sudah kita ingatkan, misalnya seperti AC di kamar pasien itu sudah lama kita ingatkan. Dan kita tahu bersama RSUDZA punya dana BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) yang memadai dan bisa diperbaiki. Kita akan memanggil Pemerintah Aceh untuk menanyakan keseriusan terkait pembenahan dan tatakelola RSUDZA," kata Rizal Falevi. [sam]

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI
Komentar Anda