Minggu, 28 Juni 2026
Beranda / Berita / Aceh / Olah Sampah Menjadi Sabun, Mahasiswi UTU Raih Medali Perunggu di Ajang Internasional

Olah Sampah Menjadi Sabun, Mahasiswi UTU Raih Medali Perunggu di Ajang Internasional

Minggu, 28 Juni 2026 10:30 WIB

Font: Ukuran: - +


Olah Sampah Menjadi Sabun, Mahasiswi Kesehatan Masyarakat UTU Raih Medali Perunggu di Ajang Internasional.[Foto: Humas UTU]


DIALEKSIS.COM | Singapura - Nur Hazizah, mahasiswi program studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Teuku Umar (UTU) berhasil menorehkan prestasi internasional dengan meraih Bronze Medal (medali perunggu) dalam ajang The 4th International Youth Conference (IYC) 2026. Kompetisi riset ini berlangsung di Malaysia dan Singapura selama dua hari, dari tanggal 27 hingga 28 Juni 2026.

Hazizah sukses membawa pulang penghargaan tersebut melalui karya ilmiahnya yang berfokus pada kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat. Ia menggagas sebuah inovasi yang mengubah sampah menjadi produk bermanfaat berupa sabun.

Konferensi internasional edisi keempat ini diselenggarakan oleh Lembaga Setara Prisma Nusantara (Nusantara Muda), yang bekerja sama dengan Asia Pacific Student Association serta Electrical & Electronic Engineering Nanyang Technological University. Ajang bergengsi ini diikuti oleh 150 peserta yang datang dari 10 negara di berbagai belahan dunia.

Dalam presentasinya di hadapan dewan juri, Hazizah memaparkan solusi konkret terkait pengelolaan limbah yang kerap menjadi masalah krusial di pemukiman warga. Formulasi sampah yang diubah menjadi sabun ini dirancang untuk mengurangi volume sampah sekaligus menekan risiko penyakit yang ditimbulkan oleh penumpukan limbah tak terkelola.

Inovasi yang diusung oleh mahasiswi Kesehatan Masyarakat ini juga dinilai sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang dicanangkan PBB. Secara spesifik, karya ini mendukung pencapaian SDGs poin ke-3 mengenai Kehidupan Sehat dan Sejahtera, poin ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta poin ke-13 terkait Penanganan Perubahan Iklim demi menyelamatkan bumi dari kerusakan lingkungan.

Ditemui usai pengumuman pemenang, Nur Hazizah tidak dapat menyembunyikan rasa syukur dan bahagianya atas pencapaian di tingkat internasional ini.

“Saya sangat senang dan bersyukur bisa meraih penghargaan ini di tengah persaingan ketat dengan ratusan peserta dari berbagai negara. Inovasi ini lahir dari keprihatinan saya terhadap masalah penumpukan sampah yang berdampak buruk pada kesehatan manusia. Melalui sabun dari bahan dasar sampah ini, saya ingin membuktikan bahwa limbah yang awalnya tidak bernilai bisa diubah menjadi produk sanitasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas sekaligus membantu menyelamatkan ekosistem kita,” ujar Nur Hazizah.[*}

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
dishes