Beranda / Berita / Aceh / Muhammad MTA: Mengucapkan Terima Kasih dan Selamat Tinggal dari Pemerintah Aceh

Muhammad MTA: Mengucapkan Terima Kasih dan Selamat Tinggal dari Pemerintah Aceh

Rabu, 13 Maret 2024 23:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Muhammad MTA mantan Jubir Pemerintah Aceh di Era kepemimpinan Pj Gubernur Aceh Ahmad Marzuki. Foto: doc Facebook


DIALEKSIS.COM | Aceh - Dalam sebuah pengumuman yang sarat akan makna, Muhammad MTA, juru bicara pemerintah Aceh pada masa kepemimpinan sementara Ahmad Marzuki, mengumumkan langkahnya untuk mundur dari jabatannya. Pernyataan tersebut, yang dirilis hari ini, menjadi sorotan utama dalam dinamika politik Aceh.

Muhammad MTA, dengan penuh tulus, menyampaikan rasa syukur dan doa terbaiknya kepada Gubernur Penjabat baru, Bustami Hamzah, sembari mengungkapkan penghargaan mendalamnya terhadap dedikasi yang diperlihatkan oleh Ahmad Marzuki selama masa tugasnya.

Ucapan selamat pun disampaikan kepada Bustami Hamzah atas penunjukan beliau sebagai Penjabat Gubernur Aceh, dengan harapan agar masa jabatan yang baru diemban itu sukses dan lancar.

Tak lupa, Muhammad MTA juga mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada Ahmad Marzuki yang telah menyelesaikan masa jabatannya. Pengakuan akan kontribusi yang tak ternilai dari Marzuki terhadap kemajuan provinsi itu disampaikan dengan jujur. Muhammad MTA juga berterima kasih kepada keluarga Marzuki atas dukungan yang mereka berikan selama masa jabatan sang pemimpin sementara.

Adapun pengumuman mengenai pengunduran dirinya sendiri dari jabatan sebagai Staf Khusus dan juru bicara disampaikan dengan penuh kerendahan hati. Dia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mempercayakan dan menghormatinya selama bertugas.

Dengan sikap yang kental akan kerendahan hati, Muhammad MTA pun memohon maaf atas segala kekurangan yang mungkin terjadi selama masa jabatannya. Permintaan maaf tersebut ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat Aceh, termasuk lembaga pemerintahan, badan legislatif, organisasi masyarakat sipil, dan media.

Dalam pengakuan akan ketidaksempurnaannya sebagai manusia, Muhammad MTA menegaskan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan diri, mencari umpan balik, serta meminta bimbingan guna pengembangan pribadinya.

Tidak lupa, Muhammad MTA memberikan arahan kepada media mengenai urusan pemerintah Aceh di masa depan, mengarahkan mereka untuk berkomunikasi dengan Biro Humas di Sekretariat Daerah Aceh.

Pernyataannya ditutup dengan doa untuk kemajuan Aceh dan persatuan di antara penduduknya, menekankan pada pentingnya kerjasama untuk memajukan provinsi yang tercinta ini.

Pengunduran diri Muhammad MTA menandai akhir dari sebuah era dalam komunikasi pemerintah Aceh, seiring dengan peralihan ke fase kepemimpinan baru di bawah pimpinan Penjabat Gubernur Bustami Hamzah.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda