Kamis, 24 September 2026
Beranda / Berita / Aceh / Mangrove Jadi Pelindung Alami Pesisir Pulo Aceh dari Ancaman Abrasi

Mangrove Jadi Pelindung Alami Pesisir Pulo Aceh dari Ancaman Abrasi

Kamis, 24 September 2026 18:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Suasana pepohonan mangrove yang tumbuh di kawasan pesisir Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, menjadi bagian penting dalam menjaga ekosistem dan melindungi garis pantai dari abrasi. [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Jantho - Hutan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus melindungi wilayah pesisir dari abrasi. Kondisi tersebut menjadi perhatian di kawasan Pulo Breueh, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar.

Koordinator Wilayah Aceh Yayasan Konservasi Pesisir Indonesia (YAKOPI), Taufik Hidayat, mengatakan sejumlah gampong di Pulo Aceh berada berdekatan dengan pantai sehingga kawasan daratan perlahan tergerus akibat abrasi.

“Di Pulo Aceh, tepatnya di kawasan Pulo Breueh, ada beberapa desa yang berdekatan dengan pantai. Kondisi ini membuat lahan dan wilayah daratan perlahan-lahan tergerus, seperti di kawasan Blang Situngkoh dan lainnya,” kata Taufik saat diskusi kepada media dialeksis.com, Kamis (24/9/2026).

Menurutnya, keberadaan mangrove sangat penting untuk menjaga garis pantai. Akar mangrove dapat mengikat tanah dan lumpur sehingga membantu mengurangi pengikisan akibat ombak dan arus laut.

Selain berfungsi sebagai pelindung alami pantai, hutan mangrove juga menjadi habitat berbagai jenis biota pesisir, seperti ikan, udang, kepiting dan tiram.

“Hutan mangrove atau bakau punya peran yang sangat penting untuk menjaga garis pantai dan kehidupan di pesisir Aceh,” ujarnya.

Untuk mendukung upaya pelestarian pesisir, YAKOPI melakukan pembibitan guna untuk replanting mangrove di Kecamatan Pulo Aceh.

Taufik mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sekitar 30.000 bibit mangrove yang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan penanaman di sejumlah kawasan pesisir Pulo Aceh yang akan di restorasikan kembali.

“Kelompok kami sudah menyiapkan 30.000 bibit mangrove siap untuk memenuhi kebutuhan pesisir pantai di Pulo Aceh. Bibit mangrove ini sudah disiapkan selama enam bulan untuk kebutuhan semua tempat di Pulo Aceh,” jelasnya.

Ia menyebutkan, penanaman mangrove yang telah direalisasikan YAKOPI di Pulo Aceh meliputi Gampong Lapeng, Gugop, Blang Situngkoh, Lampuyang dan Alue Riyeung.

Taufik menilai penanaman mangrove sangat penting dilakukan di Pulo Aceh mengingat wilayah tersebut dikelilingi laut dan sejumlah permukiman berada tidak jauh dari garis pantai dan besar harapan mangrove ini bisa menjadi green belt kawasan pesisir pulo aceh.

“Kegunaan mangrove sangat efektif di Pulo Aceh karena Pulo Aceh dikelilingi oleh laut. Tentu untuk menjaga daratan dari abrasi pantai yang terjadi, dengan adanya mangrove sebagai pelindung dari kejadian tersebut,” pungkasnya. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI