Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Aceh / Makna Nuzulul Qur’an Menurut Ketua MPU Aceh Abu Sibreh

Makna Nuzulul Qur’an Menurut Ketua MPU Aceh Abu Sibreh

Jum`at, 06 Maret 2026 22:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Ratnalia

Makna Nuzulul Qur’an Menurut Ketua MPU Aceh Abu Sibreh.[Foto; dari tim Dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh, Tgk. H. M. Faisal Ali atau yang akrab disapa Abu Sibreh, menjelaskan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk kembali memahami makna turunnya wahyu Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW.

Menurut Abu Sibreh, secara bahasa Nuzulul Qur’an berarti “turunnya bacaan suci”. Namun secara substansi, istilah tersebut merujuk pada turunnya wahyu dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk dan pedoman hidup bagi umat manusia.

Nuzulul Qur’an berarti turunnya bacaan suci. Akan tetapi makna yang lebih mendalam adalah turunnya wahyu dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW yang menjadi pedoman hidup bagi umat manusia,” kata Abu Sibreh disampaikan kepada Dialeksis, Jumat (6/3/2026).

Ia menjelaskan, peristiwa turunnya Al-Qur’an bukan hanya sekadar peristiwa sejarah dalam perjalanan dakwah Nabi, tetapi juga menjadi titik awal hadirnya petunjuk ilahi yang mengatur kehidupan manusia, baik dalam aspek ibadah, akhlak, maupun hubungan sosial.

Karena itu, menurut Abu Sibreh, peringatan Nuzulul Qur’an tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial setiap bulan Ramadan. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat kedekatan umat Islam dengan Al-Qur’an, baik dengan membaca, memahami, maupun mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengajak umat Islam, khususnya di Aceh, untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber nilai dalam membangun masyarakat yang berakhlak, adil, dan penuh kedamaian.

“Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk dipahami dan diamalkan. Jika nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar kita jadikan pedoman, maka kehidupan masyarakat akan lebih tertib, damai, dan penuh keberkahan,” ujar Abu Sibreh.

Abu Sibreh menambahkan, peringatan Nuzulul Qur’an juga menjadi pengingat bagi umat Islam untuk memperkuat persatuan dan menjaga ukhuwah, terutama di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini. Ia berharap momentum ini dapat menjadi penguat semangat umat dalam membangun kehidupan yang lebih baik berlandaskan ajaran Al-Qur’an.[*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI