DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIB Sigli mengajukan sejumlah dukungan kepada Baitul Mal Aceh (BMA) untuk membantu memenuhi kebutuhan warga binaan perempuan dan anak yang berada di lingkungan lapas.
Usulan tersebut disampaikan jajaran LPP Perempuan Kelas IIB Sigli saat berkunjung ke Kantor Baitul Mal Aceh, Selasa (28/7/2026).
Kepala LPP Perempuan Kelas IIB Sigli Niken Kartika Wismarini mengatakan, terdapat sekitar 160 warga binaan yang saat ini menjalani pembinaan di LPP Sigli. Beberapa di antaranya merupakan ibu yang tinggal bersama bayi mereka di dalam lapas.
Menurut Niken, sebagian besar warga binaan perempuan terjerat kasus hukum akibat persoalan ekonomi. Bahkan, tidak sedikit yang sebelumnya menjadi tulang punggung keluarga.
"Saat ini terdapat sekitar 160 warga binaan di LPP Perempuan Sigli, termasuk beberapa bayi yang tinggal bersama ibunya," ujar Niken.
Ia mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian karena tidak semua keluarga memiliki kemampuan untuk mengasuh dan memenuhi kebutuhan anak setelah batas usia bayi diperbolehkan tinggal bersama ibunya di lapas berakhir.
Karena itu, LPP Perempuan Sigli mengusulkan dukungan bantuan sosial bagi bayi yang tinggal di lingkungan lapas.
Selain itu, LPP juga mengharapkan bantuan biaya transportasi bagi warga binaan yang telah menyelesaikan masa hukuman dan akan kembali ke daerah asal.
Niken menyebutkan, sebagian warga binaan berasal dari daerah yang cukup jauh sehingga membutuhkan bantuan untuk dapat kembali berkumpul dengan keluarga setelah bebas.
"Kami juga berharap adanya program pembinaan keterampilan bagi warga binaan. Bekal keterampilan sangat penting agar mereka dapat mandiri, memiliki penghasilan, dan memulai kembali kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat," katanya.
LPP Perempuan Sigli juga menyampaikan harapan agar Baitul Mal Aceh dapat memberikan dukungan terhadap rencana relokasi lapas ke ibu kota provinsi.
Relokasi tersebut dinilai dapat mempermudah koordinasi dengan berbagai instansi di tingkat provinsi.
Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Muhammad Ikhsan Ahyat menyambut baik sejumlah usulan yang disampaikan LPP Perempuan Sigli.
Menurut dia, kebutuhan tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan perlindungan dan pembinaan yang lebih baik kepada warga binaan perempuan, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
"Pada prinsipnya, Baitul Mal Aceh mendukung berbagai kebutuhan yang disampaikan. Namun, untuk saat ini kami juga perlu menyesuaikan dengan program yang tersedia serta kemampuan anggaran yang dimiliki Baitul Mal Aceh," kata Ikhsan.
Ia menegaskan, seluruh usulan akan ditelaah lebih lanjut untuk melihat peluang dukungan yang dapat diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebagai tindak lanjut, LPP Perempuan Sigli akan mengirimkan surat permohonan resmi kepada Baitul Mal Aceh.
Selanjutnya, koordinasi akan dilakukan antara person in charge (PIC) LPP Sigli dengan pihak terkait di Baitul Mal Aceh.
"Baitul Mal Aceh akan mempelajari usulan yang masuk sehingga bantuan yang diberikan nantinya dapat tepat sasaran dan sesuai dengan program yang ada," pungkasnya. [m]