Rabu, 16 September 2026
Beranda / Berita / Aceh / Lahan Pertanian 86 Hektare di Aceh Utara Terancam Tak Produktif, Petani Keluhkan Irigasi

Lahan Pertanian 86 Hektare di Aceh Utara Terancam Tak Produktif, Petani Keluhkan Irigasi

Selasa, 15 September 2026 20:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Lahan pertanian seluas sekitar 86 hektare di Gampong Keureutou, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat. [Foto: Mochammad Andy (Bang Abu) via Prokopim AU]


DIALEKSIS.COM | Lhoksukon - Lahan pertanian seluas sekitar 86 hektare di Gampong Keureutou, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat.

Geuchik Gampong Keureutou sekaligus petani muda, Sulaiman, S.H., mengatakan lahan tersebut berpotensi menghasilkan panen hingga dua kali setahun jika ketersediaan air mencukupi.

Namun, petani masih menghadapi kendala pengairan karena jaringan irigasi belum maksimal menjangkau seluruh lahan. Kondisi ini semakin dirasakan saat musim kemarau.

“Selain mengandalkan tadah hujan, kami terpaksa melakukan pompanisasi dari alur anak Sungai Krueng Keureuto sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan air pertanian,” ujar Sulaiman.

Menurutnya, persoalan pengairan dapat memengaruhi pola tanam dan hasil produksi petani. Karena itu, ia berharap pemerintah menindaklanjuti kondisi irigasi di Keureutou agar kebutuhan air pertanian bisa terpenuhi secara optimal.

Selain pertanian, Keureutou memiliki sekitar 56 hektare areal tambak ikan dan 60 hektare lahan perkebunan. Ketiga sektor tersebut menjadi penopang ekonomi masyarakat.

Sulaiman juga menggagas Pupuk Organik Cair (POC) Asam Amino sebagai inovasi untuk mendukung pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Ia berharap dukungan infrastruktur pengairan, sarana produksi, teknologi, dan pendampingan pemerintah dapat mengoptimalkan potensi pertanian Keureutou sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. [ba]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI